Kodam Tak Ingin Pilkada di Papua Berdarah

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI, I Nyoman Cantiasa mengatakan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih, tidak menginginkan pelaksanaan Pilkada serentak di Papua tahun 2018 terjadi konflik dan berdarah.

“Kita tidak ingin Pilkada ini berdarah. Kita tidak ingin Pilkada ini ada korban. Kalau Pilkada ada korban, mungkin lebih baik tidak usah ada Pilkada,” tegas Kasdam Nyoman Cantiasa di sela-sela Deklarasi Pilkada Damai di halaman Kantor Gubernur Papua, kemarin.

Dalam Pilkada serentak di Papua ini, diikuti 37 pasangan calon bupati dan wakil bupati dan 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Menurutnya, dengan adanya Deklarasi Pilkada Damai di Provinsi Papua, hal itu merupakan komitmen dari semua pasangan calon untuk mewujudkan Pilkada Damai di Bumi Cenderawasih.

“Jadi, ini semua komitmen dari kita, kalau kita ingin damai, pasti akan terwujud Pilkada damai,” tandasnya.

Untuk itu, ia berharap pembangunan yang saat ini tengah dan sedang dilakukan di Papua, bahkan telah dinikmati oleh seluruh rakyat Papua, termasuk kabupaten/kota, termasuk kedamaian dan kenyamanan yang ada saat ini, dapat terus dilanjutkan, sehingga Papua bisa sama dengan daerah lain di Indonesia.

Kasdam Nyoman Cantiasa menyampaikan pesan Pangdam XVII/Cenderawasih bahwa ke depan akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin Papua, baik gubernur maupun tujuh bupati.

“Kami khususnya TNI, kami mewakili bapak Pangdam, ada beberapa pesan dari beliau, yang pertama berharap kegiatan Pilkada di Papua ini berjalan dengan aman, nyaman dan damai,” ujarnya.

Diakui, jika pengamatan dari pusat, Jakarta, bahwa Papua diprediksikan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018.

“Orang bilang, kegiatan ini akan terjadi konflik. Ini dikembalikan kepada seluruh masyarakat Papua, apakah kegiatan Pilkada ini mau damai atau rusuh? Itu semua terjawab dari hati seluruh masyarakat Papua. Kita ingin Pilkada damai. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Kasdam Nyoman Cantiasa, jika pemerintah daerah saat ini terus membangun Papua, termasuk pemerintah pusat bersama Presiden Joko Widodo dengan program Nawacita, sudah menyampaikan jika pembangunan bukan lagi Jawa Centris, tapi Indonesia Centris.

Pembangunan akan diawali dari daerah pinggiran, daerah perbatasan, daerah pedalaman. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri sudah 8 kali datang ke Papua. Untuk itu, masyarakat Papua harus sama punya motivasi untuk membangun Papua.

Untuk itu, Kasdam berharap dengan adanya pesta demokrasi itu, diawali dengan kampanye ini, tidak terjadi konflik. Jika seandainya terjadi konflik, diharapkan semua masyarakat menyerahkan kepada yang berwenang.

“Disini ada KPU, Bawaslu dan Gakkumdu. Merekalah yang berhak. Kalau memang itu harus ditempuh dengan proses hukum, mari kita serahkan ke proses hukum,” jelasnya.

Dikatakan, Kodam XVII/Cenderawasih sesuai dengan UU Nomor 34, tugasnya ada dua yakni membantu pemerintah daerah dalam rangka kegiatan pilkada ini dan memberikan perbantuan kepada Polri. Kodam XVII/Cenderawasih siap memback up, mendampingi dan mengamankan pesta demokrasi di Papua.

“Laksanakan kegiatan ini dengan gembira, karena namanya pesta. Jangan malah ini menjadi kedukaan dan kesedihan,” tandasnya.

Sebab, kata Kasdam Nyoman Cantiasa, Pilkada serentak tahun 2017, tentu harus menjadi evaluasi dan pelajaran bersama, karena banyak rakyat keluar air mata, darah dan nyawa.

Apalagi, saat itu Nyoman Cantiasa menjabat sebagai Danrem 173 yang membawahi wilayah sampai di Kabupaten Puncak Jaya, yang terjadi PSU hingga 3 kali.

“Korban masyarakat, anak-anak, semua menangis karena suami, kakak dan suadaranya meninggal, gara-gara Pilkada. Kita tidak ingin Pilkada ini berdarah. Kita tidak ingin Pilkada ini ada korban,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan