Sidak di Stadion Mandala, Komisi V DPR Papua Desak Segera Direnovasi

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw dan Sekretaris Komisi, Natan Pahabol bersama anggota sidak di Stadion Mandala Jayapura, Kamis, 4 Juli 2019.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi V DPR Papua kembali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah venue yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Kota Jayapura.

Setelah sebelumnya, sidak ke lokasi pembangunan venue cabang olahraga voly indoor dan voly pasir, giliar Komisi IV DPR Papua melakukan sidak ke Stadion Mandala, Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih, Lapangan Tenis di Wali Kota Jayapura dan Sekretariat PB PON Papua.

Sidak yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw didampingi Sekretaris Komisi V Natan Pahabol bersama anggota Ignasius W Mimin, Frits Tobo Wakasu dan Yohanis L Ronsumbre serta staf ini, untuk memastikan pembangunan tempat pertandingan itu.

Dalam sidak ini, memang membutuhkan sejumlah perbaikan Pengelola Stadion Mandala Jayapura, Akmar sempat menjelaskan, jika pihaknya telah mengusulkan untuk pergantian rumput lapangan, lintasan lari dan lainnya, termasuk tambahan daya listrik serta lampu stadion standar internasional hingga kursi stadion.

“Kami sudah usulkan melalui Dinas PUPR sesuai standar AFC, baik rumput lapangan, lintasan lari, lompat jauh dan lainnya. Itu semua standar untuk standar PON,”  kata Akmar kepada anggota Komisi V.

Dalam perbincangan dengan pengelola, Komisi V DPR Papua meminta pengelola mengusulkan apa saja yang dibutuhkan ke Dinas PU Papua dan segera dikerjakan renovasi ataupun penambahan fasilitas yang dibutuhkan menghadapi PON.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, saat renovasi nanti pihaknya akan melakukan pengawasan ketat. Jangan sampai renovasi yang dilakukan dinas terkait tidak sesuai standar yang diharuskan.

“Dinas PU mesti diawasi. Jangan sampai, ini mereka jadikan proyek sesuai dong pu mau, karena ini ada standarnya,” tegas Natan Pahabol.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau mengatakan, hingga kini pengerjaan renovasi Stadion Mandala belum dilakukan karena belum lelang.

“Lelang belum sampai sekarang. Ini memang sepertinya menjadi kendalanya. Nanti bapak usulkan saja yang dibutuhkan ke Dinas PU. Nanti yang sahkan anggaran atau tidak adalah DPR Papua,” kata Maria.

Akmar kembali mengatakan jika telah memberikan usulan yang dibutuhkan untuk renonvasi dan melengkapi fasilitas Stadion Mandala itu ke Dinas PUPR untuk persiapan PON.

“Misalnya lintasan lari, rumput stadion yang kalau hujan air sudah tergenang. Inikan mestinya khusus untuk bola, tapi karena lapangan di Papua terbatas sehingga semua cabor pakai. Tidak bisa kita batasi, kasian cabor lainnya,” kata Akmar.

Ia mengatakan, untuk lintasan lari sebaiknya menggunakan karet seperti di stadion utama. Kemudian areba lompat jauh dan lompat jangkit. Aturannya sebelah barat, namun karena lapangan dibatasi gunung dan laut sehingga bisa di sebeleh selatan.

“Kemudian bak air untuk lari jarak jauh. Itu venue-venue yang standar untuk PON. Kursi penonton juga itu sudah sembilan tahun. Batas umur kursi kalau kena panas terus maksimal 7 tahun saja,” ujar Akmar.

Untuk kursi penonton mestinya kata Amar, semua tribun menggunakan kursi viber karena kini tribun utara dan selatan tidak menggunakan kursi viber.

“Lampu juga mesti 1500, sekarang ini baru 900 lebih. Kalau AFC minimal 1200. Untuk PON tribun Liverpool dan ruang ganti, wasit, pengurus, pemain dan ruang sound ada di bawahnya. Mesti ditambah dayanya. Selama inikan kita back up dengan genset,” imbuhnya.

Akmar mengaku belum tahu cabor apa saja yang akan dipertandingkan di Stadion Mandala Jayapura dalam PON XX tahun 2020.

“Saya belum tahu itu. Saya tahu hanya bola dan atletik. Semua latihan disini, sehingga setiap hari kami beri vitamin untuk rumput lapangan, karena dipakai banyak cabor untuk latihan,” imbuhnya. (bat)

Leave a Response