Soal Demo Guru, Legislator Dukung Bupati Dasinapa Panggil Kadis Pendidikan

Anggota DPR Papua, Yotam Bilasi.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Legislator Papua, Yotam Bilasi mendukung langkah Bupati Mamberamo Raya yang akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Mamberamo Raya untuk segera menyelesaikan tuntutan para guru terkait hak mereka, termasuk gaji 13 dan 14 serta hak pegawai honorer yang belum dibayarkan.

“Hak para guru ini, harus segera dituntaskan. Saya mendukung bapak bupati segera memanggil kepala dinas bersama sekretaris dinas dan bendahara dinas untuk menyelesaikan hak para guru,” kata Yotam Bilasi di Jayapura, Kamis, 11 Juli 2019.

Menurutnya, hak guru maupun tenaga honorer di Dinas Pendidikan itu harus diperhatikan. Jangan sampai mengorbankan anak-anak sekolah.

Bahkan, Anggota DPR Papua dari Pengangkatan ini, meminta Bupati mengambil langkah tegas terhadap permasalahan tuntutan hak guru itu.

Yotam Bilasi juga menyarankan jika memang tidak bisa, sebaiknya dilaporkan ke pihak berwajib agar diproses sesuai hukum yang berlaku jika ada indikasi penyimpangan.

“Saya setuju sekali bupati, teman-temab di daerah bisa membantu pemerintah di Mamberamo Raya bayar gaji 2 bulan dan gaji 13, supaya teman-teman guru bekerja baik dan bisa mengajar dan kembali ke tempat tugas,” tandasnya.

Yotam menilai jika tuntutan hak guru dan honorer itu, merupakan persoalan bagi keberlangsungan pendidikan generasi masa depan bagi Tanah Seribu Misteri Sejuta Harapan, julukan Kabupaten Mamberamo Raya.

“Kepala dinas pendidikan, sekretaris dinas dan bendahara jangan jalan-jalan di Jayapura. Segera kembali ke tempat tugas untuk selesaikan masalah itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ratusan tenaga guru di Kabupaten Mambramo Raya melakukan pemalangan terhadap kantor dinas dendidikan setempat sejak Jumat lalu, sehingga aktifitas pelayanan di kantor tersebut lumpuh total.

Pemalangan dipicu akibat sebagian besar pegawai Dinas Pendidikan yang terdiri dari tenaga guru SD, SMP, SMA maupun pegawai Dinas Pendidikan belum menerima gaji 13, gaji 14 yang dikucurkan pemerintah pusat, bahkan gaji 2 bulan terakhir yakni Juni – Juli belum juga dibayarkan. (bat)

 

 

Leave a Response