Ke Papua, Gus Fuad Plered Bawa ’Senandung Cinta Rosulullah’

K.H. Muhammad Fuad Riyadi atau dikenal dengan sebutan Gus Fuad Plered (kiri) saat diskusi di Cafe Socio Culture, Kota Jayapura, Papua pada Selasa Malam (17/5/2022)
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA,papuaterkini.com-Halal Bihalal Pondok Pesantren Yaa Bunayya Yoka, Kota Jayapura dipastikan bakal meriah dengan kehadiran Gus Fuad Plered yang membawa “Senandung Cinta Rosulullah” pada besok, Kamis 19 Mei. Sebuah kerinduan bagi publik Jayapura lebih khusus para santriwan dan santriwati atas hadirnya dakwah kyai yang dibalut dengan alunan musik.

Kedatangan Gus Fuad Plered ke Jayapura ini di prakarsai oleh Condro Suryono, owner cafe Socio Culture yang berada di Jalan Raya Abe-Sentani tepatnya samping depan Universitas Cenderawasih. Selain cafe juga pengusaha salah satu air minum kemasan.

Gus Fuad dikenal sebagai seorang kyai nyentrik, pelukis, penyair, musisi, dan pendidik yang  murid atau santrinya dari berbagai kalangan dan strata sosial. Bahkan dalam bermusik tak jarang Gus Fuad menggandeng pemainnya dari lintas agama sementara corak lagunya hampir semuanya membawa tema tentang cinta seorang hamba pada sang pencipta dan nabinya. Sebuah dakwah yang mungkin menurut sebagian orang yang belum bisa memahami caranya tentu dianggap aneh. Namun bagi sebagian lainnya yang faham merupakan bentuk menyampaikan bahasa jiwa dalam berinteraksi antar sesama.

Sekretaris Pondok Pesantren Yaa Bunayya, Dr. Ahmad Arif Rofiki, MPd.I, mengatakan bahwa kedatangan Gus Fuad ini ke pondoknya untuk silaturahmi dan halal bihalal. Menurutnya banyak hal yang bisa diambil pelajaran berharga dari beliau diantaranya dalam sebuah diskusi di cafe Socio Culture bahwa medan dakwah sesungguhnya itu tanah Papua ini. Beliau juga berpesan untuk menjadikan semua hal menjadi mudah, welas asih terhadap sesama terutama dengan warga Papua.

“Kami sangat senang atas kedatangan beliau ke pondok yang digagas oleh mas Condro. Beliau adalah kyai besar yang menggunakan musik sebagai media dakwahnya dengan karya yang luar biasa. Bahkan beberapa hari lalu beliau tengah merilis lagu terbarunya berjudul ‘manaqib Gus Dur’. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kami semua” kata Ahmad Rofiki.

Sekedar diketahui Gus Fuad adalah Kyai kelahiran Yogyakarta, ini juga dikenal  sebagai  K.H. Muhammad  Fuad Riyadi.  Pendiri  sekaligus pengasuh Pondok  Pesantren Tradisional  Roudlotul Fatihah di Plered, Bantul, Yogyakarta. Bahkan sejak masih dalam kandungan, Gus Fuad sudah diberi gelar kyai oleh Abuya Dimyati Banten (mursyid paling senior untuk 7 aliran tarekat).  Abuya juga berpesan  kepada  orangtuanya agar  saat  lahir diberi nama  Fuad.

Kiai kondang sekaligus seniman ini telah menghasilkan karya lagu ratusan yang bisa kita lihat di kanal youtube maupun platform media sosial lainnya. Dia juga pernah menjadi wartawan yang karya tulisannya sudah dimuat di media massa sejak dibangku SMP.

Ayahnya,  Haji  Ahmad Abdul  Bakdi  berdarah Kyai Abdurrouf Wonokoromo (keturunan Sunan Ampel  dari  jalur Sunan  Bonang). Sedangkan  ibunya, Siti Muyassarotul Maqosid adalah keturunan Kyai Nuriman  Mlangi (cikal-bakal kampung santri Mlangi) dari jalur ayah (Kyai Sangidu Wonokromo/Mlangi)  dan  dari jalur  ibu keturunan Kyai Cholil Wonokromo, klan yang juga banyak melahirkan  pondok  pesantren.(ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *