Buka Konas GMKI 2022, Gubernur Harap Beri Kontribusi bagi Papua

Prof Bert Kambuaya didampingi Sekda Papua M Ridwan Rumassukun, Ketua Umum PP GMKI Jefry Eddy Gultom, Ketua Panitia Konas GMKI 2022, Benyamin Arisyo, Pj Wali Kota Jayapura, Fans Pekey dan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw didaulat menabuh tfa pembukaan Konas GMKI di Auditorium Uncen, Selasa, 23 Agustus 2022.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pilihan pengurus pusat GMKI untuk melaksanakan Konsultasi Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Konas GMKI) tahun 2022 di Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua, adalah keputusan yang sangat tepat dan strategis.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe yang dibacakan oleh Sekda Papua, M Ridwan Rumasukun, saat membuka kegiatan  Konas GMKI tahun 2022, di Audiotorum Uncen, Selasa, 23 Agustus 2022.

Dikatakan, daerah dan masyarakat Papua saat ini berada dalam titik sentral pusaran politik pemerintah pusat, untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dalam rangka mengeliminir berbagai isu politik pemerintahan, pembangunan, keamanan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di Papua.

Apalagi, lanjutnya, setelah ditetapkannya UU RI Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, yang diikuti dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 106 dan PP 107, maka pada saat ini telah juga ditetapkan undang-undang tentang pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, sebagai daerah pemekaran provinsi baru diPapua yang meliputi Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua pegunungan.

Baca Juga : Bupati Awoitauw Dukung Konas GMKI Papua

Menurutnya, penetapan regulasi-regulasi baru ini, tentunya membutuhkan penanganan yang sistematis, strategis dan tepat agar tidak justru melahirkan permasalahan baru bagi proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tanah Papua.

“Sehubungan dengan itu, Pemprov Papua sangat berkepentingan dan berharap bahwa Konas GMKI Tahun 2022 dapat mengkontribusikan pemikiran strategis yang dapat disumbangkan kepada pemerintah Provinsi Papua dalam melaksanakan seluruh proses mewujudkan pelaksanaan regulasi-regulasi baru dan pengendalian dinamika sosial politik Papua,” paparnya.

Untuk itu, Pemprov Papua meyambut baik pelaksanaan Konas GMKI tahun 2022, di Kota Jayapura Ibu Kota Provinsi Papua.

“Atas nama pemerintah provinsi Papua, saya mengucapkan selamat dan sukses melaksanakan Konas GMKI Tahun 2022 di Jayapura Papua,” ujarnya.

Apalagi, imbuh Rumasukun, dalam Konas GMKI tahun 2022 ini, terdapat dan berkumpul orang-orang yang terbaik, orang-orang yang cerdas dari Kota Jayapura kita menuju Tanah Papua dan menuju Indonesia.

Oleh karena itu, Rumasukun berharap terdapat pemimpin-pemimpin baru yang akan memimpin Papua Induk, Papua Selatan Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Jefry Eddy Gultom dalam pidato berjudul ‘Rumah Kita’ ini, menyampaikan jika Indonesia hari-hari ini, ada pelajar jelajah dunia merebut prestasi olimpiade, ada politisi jelajah wilayah menebar pesona merebut hati rakyat, ada generasi muda yang menghentak lewat kreatifitas dan elit publik yang merebut momentum mengumbar janji.

“Bagaimana dengan GMKI? Banyak orang hidup dengan bayang-bayang kebesaran masa lalu, hingga lupa tantangan zaman hari ini. Esensi organisasi seakan diabaikan,” katanya.

Pelaksanaan Konas GMKI 2022 di Bumi Cenderawasih, menurut Jefry Gultom, patut mengapresiasi pemerintah Indonesia yang melakukan pembangunan di Papua, terlepas dari berbagai macam koreksi dan kritik, harus diakui perubahan itu nyata di Papua.

“Masalah sejarah memang masih jauh dari pencapaian, tetapi sejauh ini telah menunjukkan perubahan yang signifikan. Pembangunan infrastruktur tampak nyata terus bertumbuh,  yang membantu aktivitas warga dan konektifitas antar wilayah. Yang menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama pemerintah adalah keselamatan ekologis Papua tetap lestari,” ujarnya.

Dikatakan, GMKI menghadapi berbagai tantangan ke depan seiring perkembangan teknologi, sehingga tidak berlebihan jika nilai tambah dari organisasi ditentukan oleh kemampuan mengolah data dan informasi.

Oleh karena itu, ujarnya, GMKI tidak boleh berdiam diri pada zona nyaman untuk mengarungi gelombang perubahan yang terjadi saat ini, sehingga harus berinovasi dan berkreatifitas untuk merebut momentum perubahan dan akselerasi yang terjadi.

Jefry Gultom mengatakan konsultasi nasional merupakan forum ilmiah organisasi yang memberi ruang dialog intelektual untuk menyusun strategi baru, format dan formasi baru transpormasi organisasi guna menyambut perubahan zaman dan kecanggihan teknologi digital.

Untuk itu, kata Jefry Gultom, perlu pendekatan kolaborasi dan koordinasi lintas cabang dan lintas organisasi serta beragam disiplin ilmu. Juga perlu menjajagi kerjasama dengan pemerintah dan institusi pendidikan.

“Untuk itu, saya menekankan dua fokus GMKI ke depan, yakni kualitas sumber daya manusia unggul yang produktif, inovatif dan berdaya saing dan membangun dan memanfaatkan ekonomi hijau,” ujarnya.

Jefry Gultom juga memberikan catatan pengantar Konas GMKI 2022 diantaranya meningkatkan SDM, merawat jejaring, lingkungan hidup dan GMKI for Global.
Ditambahkan, kolaborasi berkelanjutan mengharuskan merumuskan visi dan perencanaan arah yang jelas agar rencana organisasi terarah dan tercapai.

“Untuk itu, Pengurus Pusat GMKI bekerja keras untuk mengupayakan berbagai program baik pendidikan kader maupun aspek pendukung melalui program beasiswa. Kami tahun ini, kita jajagi kerjasama dengan pemerintah dalam program beasiswa bagi kader-kader GMKI,” imbuhnya.

Pelaksanaan Konas GMKI 2022 dengan tema “Lihatlah Kristus menjadikan semuanya baru,” (Wahyu 21:1-5) dan sub tema “Memperbaharui persaudaraan, meningkatkan kepedulian dan merengku mereka yang rapuh, dalam upaya menciptakan bumi Indonesia dan Papua yang baru,”

Ketua Panitia Konas GMKI 2022, Benyamin Arisoy mengatakan, kegiatan Konas ini dilaksanakan dalam bentuk dua agenda besar yakni study meeting dan bussinis meeting.

Studi meeting merupakan kegiatan untuk mengeksplorasi isu-isu dan mendalami permasalahan yang dialami bangsa dan negara, karena pengaruh global tetapi juga secara spesifik ikut mengumuli kekinian Papua dengan problematiknya dan merumuskan solusi-solusinya dengan menghadirkan narasumber nasional maupun lokal.

Sedangkan, untuk kegiatan bussinis meeting, kegiatan yang dilaksanakan dengan pola Focus Grub Discusion (FGD) untuk membahas isu dan permasalahan internal GMKI, terkait dengan konsolidasi organisasi dan program kerja GMKI yang akan dirumuskan sebagai materi masukan pada Kongres GMKI di Tanah Toraja.

“Yang telah dilakukan panitia yakni pengenalan budaya Papua, bakar batu sebagai kebersamaan dan menanam pohon sebagai peduli lingkungan hidup dan studi tour wisata di Skow dan Jembatan Merah sebagai icon Kota Jayapura,” kata Anggota DPR Papua ini.

Ditambahkan, peserta Konas GMKI 2022 di Kota Jayapura ini, ditargetkan diikuti 500 orang, peserta yang hadir sebanyak 300 orang sampai pembukaan Konas GMKI 2022.

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey menyambut peserta Konas GMKI di Kota Jayapura. Kota yang unik, karena berbatasan dengan negara tetangga PNG.

Penduduk yang dihuni suku2 bangsa dari Sabang Merauke, miniaturnya Indonesia dan heterogen.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada pengurus pusat GMKI yang telah memilih dan tetapkan Kota Jayapura sebagai tuan rumah Konas GMKI 2022,” katanya.

Frans Pekey berharap Konas GMKI 2022 memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat Kota Jayapura, Papua dan pengembangan organisasi GMKI tahun mendatang.

“Hasilkan rumusan yang dihadirkan dari Kota Jayapura untuk membangun GMKI bagi Indonesia. Selamat melaksanakan Konas GMKI di Kota Jayapura,” imbuhnya. (bat)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *