GKI Klasis Yalimo Elelim Rayon Werenggik Amput Ibadah Pembukaan Natal

Foto bersama usai ibadah pembukaan Natal dan syukuran wisuda GKI Yalimo Elelim Rayon Werenggik Amput di Buper Waena.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – GKI Klasis Yalimo Elelim Raon Werenggik Amput menggelar ibadah pembukaan Natal sekaligus syukuran bagi mahasiswa asal Yalimo yang telah diwisuda yang berlangsung di kedimanan Ketua Bapemperda DPRD Yalimo, Simon Walilo, SIKom, Buper Waena, Heram, Kota Jayapura, Jumat, 1 Desember 2023.

Dalam ibadah yang dipimpin oleh Dominggus Walilo ini, mengambil tema ‘Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi. (Lukas 2:14)’ dan sub tema Melalui Perayaan Natal ini, Rayon Werenggik Amput Bangkit Dalam Kristus’ berlangsung dengan khidmat.

Dominggus Walilo mengajak semua jemaat Rayon Werenggik Amput untuk menghayati, merenungkan dan mengaplikasikan perayaan Natal sebagai kelahiran Yesus Kristus dalam kehidupan sehari hari, sehingga perayaan Natal ini dapat dilakukan dengan penuh suka cita.

“Mari semua harus mampu menciptakan damai agar bumi yang diciptakan ini damai dan bersuka cita. Karena kasih Allah itu menyelamatkan kita,” katanya.

Dikatakan, gereja selalu mengajarkan untuk membangun generasi muda ke depan yang lebih baik. Gereja ini maju atau tidak, semua tergantung pada pemuda.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Yalimo, Simon Walilo menambahkan, perayaan Natal GKI Klasis Yalimo Elelim Rayon Werenggik Amput ini membuka ibadah Natal perdana pada 1 Desember 2023.

“Secara pribadi dan keluarga besar atas nama GKI Klasis Yalimo Elelim Rayon Werenggik Amput, menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam ibadah pembukaan Natal ini,” kata Simon Walilo yang juga salah satu penatua di Rayon Werenggik Amput ini.

Kegiatan ini, kata Simon Walilo, untuk membangun iman spiritualitas bagi jemaat, sekaligus melakukan menjadi ajang silaturahmi bagi jemaat Werenggik Amput.

Simon mengajak jemaat Rayon Werenggik Amput untuk turut serta menciptakan damai sejahtera di bumi, sekaligus memaknai dengan menghadirkan kesejukan, menghormati antar umat beragama, menjaga kerukunan antara satu dengan yang lain, membangun silaturahmi dan lainnya.

“Perayaan Natal ini juga menjadi refleksi bagi kita. Hal hal yang kita lakukan pada tahun lalu, sifatnya menyakiti hati teman atau saudara, harus diperbaiki sesuai amanat dari Tuhan,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *