Partai Nasdem Lanjutkan Program yang Langsung Menyentuh Rakyat di Papua

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Jayapura,Jhony Banua Rouw, SE yang juga Caleg DPR Papua dapil Abepura, Heram, Muaratami ini dalam kampanye di Kompleks Melati Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – DPD Partai Nasdem Kota Jayapura menggelar kampanye di Kompleks Melati Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Selasa, 16 Januari 2024. Kampanye Partai Nasdem ini mendapat sambutan antusias dari ribuan warga.

Tampak hadir Ketua DPD Partai Nasdem Kota Jayapura, Jhony Banua Rouw, SE yang juga Caleg Nomor Urut 1 Partai Nasdem untuk DPR Papua daerah Pemilihan Abepura, Heram dan Muaratami, Caleg DPR RI, Tonny Tesar dan S Olvah Alhamid dan sejumlah caleg Nasdem DPR Kota Jayapura.

Sejumlah aspirasi disampaikan warga yang hadir dalam kampanye Partai Nasdem, termasuk program rehab rumah, penerangan jalan, pemasangan jaringan listrik, pembangunan jalan lingkungan, normalisasi, pelatihan pelatihan dan lainnya.

“Terimakasih kami sampaikan karena cukup antusias masyarakat yang hadir mencapai ribuan orang. Kita juga sampaikan terimakasih atas masukan dan koreksi yang diberikan kepada Partai Nasdem, karena rupanya banyak program yang sudah kita buat, tetapi informasi tentang itu tidak sampai kepada masyarakat,” kata Jhony Banua Rouw.

Dikatakan, Partai Nasdem terus memperjuangkan program program yang langsung menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Uangnya memang dari pemerintah, tapi bagaimana anggota dewan dari Partai Nasdem terus konsisten dan memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga program program itu bisa kembali ke rakyat. Itu yang paling penting dan anggota dewan kan bukan saja dari dari Nasdem saja, tapi ada partai lain dan tentu mereka membawa program lain juga. Tapi konsen pada program yang kita perjuangkan dan dibawa ke Papua,” jelasnya.

“Terimakasih ternyata program program yang dibawa Partai Nasdem ini, disambut oleh masyarakat. Bahkan, secara spontanitas mereka menyampaikan program itu benar benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” sambung Jhony Banua Rouw yang juga Ketua Bappilu DPW Partai Nasdem Provinsi Papua ini.

Jhony menegaskan bahwa Partai Nasdem konsisten untuk mengawal program program yang bersentuhan langsung dengan rakyat tersebut. Bahkan, ada beberapa program program yang dilaksanakan, namun ada warga yang belum mengetahui program tersebut.

Ia mencontohkan dari pemuda yang menyampaikan untuk mencari solusi bagi pemuda mendapatkan pekerjaan atau tersedianya lapangan kerja. Jhony mengakui jika Partai Nasdem pernah melakukan sejumlah program pelatihan pelatihan bagi anak anak muda, seperti pelatihan tukang batu, tukang kayu, mekanik, branding produk UMKM dan marketing digital untuk pelaku UMKM di Papua, termasuk pelatihan pengolahan produk Papua seperti kopi, coklat dan lainnya.

“Tapi ini program yang terus kita perjuangkan. Selama kita diberikan kepercayaan lagi oleh rakyat untuk 14 Februari 2024 nanti, kita mendapatkan kepercayaan lagi dari rakyat dan rakyat memilih Partai Nasdem, kami berjanji akan memperjuangkan aspirasi dan program program yang sudah kita laksanakan, bahkan tambahan program lain,” jelasnya.

Dikatakan, Partai Nasdem telah memperjuangkan aspirasi rakyat itu melalui hak inisiatif anggota dewan dan Fraksi Nasdem DPR Papua untuk Perdasus tentang Pemberdayaan Ekonomi Orang Asli Papu hingga disahkan menjadi Perdasus yang diharapkan akan bermanfaat bagi rakyat.

Apalagi, imbuh Jhony, dalam Perdasus itu, tentu akan memberikan proteksi kepada pelaku usaha orang asli Papua termasuk komuditi tertentu yang menjadi unggulan di Papua, yang mempunyai peluang bagi OAP dan masyarakat Papua yang ada di Tanah Papua untuk berusaha pada bidang usaha tertentu yang akan diproteksi dan diberi penguatan dengan bantuan permodalan, pendampingan hingga marketingnya.

“Kita berharap selain dari pemerintah daerah, juga melalui dana dana CSR dari perusahaan termasuk BUMN maupun BUMD yang ada di Papua untuk membantu pengusaha Papua, tetapi juga untuk pemasaran atau menjual hasinya,” jelasnya.

Apalagi, imbuh Jhony, sampai saat ini, masih banyak komuditas pertanian atau sayur mayur seperti cabe, masih didatangkan dari luar Papua, termasuk telur ayam, daging ayam dan lainnya. Padahal, di Papua sendiri bisa dikembangkan, bahkan banyak orang asli Papua yang berkecimpung dalam pertanian, peternakan dan sektor usaha lainnya.

“Nah, bagaimana market lokal ini kita jaga, ya peran pemerintah ada disitu. Termasuk pemerintah akan mengatur kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh lokal. Selama kita bisa siapkan produksi lokal, maka dari luar bisa dibatasi atau kurangi, jika 100 persen produksi lokal bisa memenuhi permintaan pasar, tentu pasokan dari luar kita hentikan,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *