Dukungan untuk Jhony Banua Rouw Maju Calon Wali Kota Jayapura Terus Mengalir

Sejumlah pendeta dan warga Kampung Wonti mendoakan Jhony Banua Rouw, SE untuk maju sebagai calon Wali Kota Jayapura disela-sela ibadah syukur HUT PI Masuknya Injil di Kampung Wonti Waropen di Gereja Imanuel Hamadi, Sabtu, 29 Juni 2024.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dukungan terhadap Jhony Banua Rouw, SE untuk maju dalam bursa calon Wali Kota Jayapura periode 2024 – 2029 terus mengalir. Kali ini, dukungan dan doa restu itu, datang dari Warga Wonti, Kabupaten Waropen yang ada di Kota Jayapura.

Bahkan, disela-sela acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke 88 tahun Masuknya Injil ke Kampung Wonti, Kabupaten Waropen, mereka bersama para pendeta secara khusus mendoakan kepada Jhony Banua Rouw agar pencalonannya sebagai Wali Kota Jayapura bisa sukses.

Tokoh Masyarakat Wonti, Yonas Alfons Nussy mengapresiasi Jhony Banua Rouw yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPR Papua ini, maju dalam Pilkada Kota Jayapura pada November 2024.

“Saya terimakasih kepada pak Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, ini pergumulan panjang. Kalau hari ini ada seorang anak, kaka, saudara dari wilayah Teluk Cenderawasih untuk memberanikan diri untuk tampil mewakili kita semua. Kita semua harus berani menyampaikan bahwa yang begini saya tidak bisa, tapi saudara ini bisa,” katanya.

“Nah, kita semua harus mengakui itu, sehingga apa yang kita harus mampu meletakkan yang baik dan mempercayakan kepada saudara yang biasa. Artinya, ada yang bisa dan ada yang tidak bisa, itu yang kita lengkapi. Atas pikiran ini, kita butuhkan pemimpin yang kuat, untuk bisa menata layanan Kota kita dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Yonas Nussy mengajak warga Wonti untuk memberikan dukungan dan doa kepada Jhony Banua Rouw sebagai anak Saereri yang sudah menyatakan diri maju dalam Pilkada Kota Jayapura.

“Kita bersama-sama berdoa bersama saudara Jhony Banua Rouw yang sudah menyatakan diri untuk maju sebagai calon Wali Kota Jayapura dalam Pilkada Kota Jayapura,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, SE mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada warga Kampung Wonti, Kabupaten Waropen yang ada di Kota Jayapura yang telah memberikan dukungan dan doa untuk dirinya maju sebagai calon Wali Kota Jayapura pada Pilkada Serentak bulan November 2024.

“Terimakasih sudah mendoakan saya. Saya sebagai anak Saereri, saya punya mama dari Yapen Barat tepatnya dari Kampung Aibondeni, hari ini saya dipercayakan sebagai ketua DPR Papua, meski dapil dari wilayah gunung, namun hati tetap ada di Saereri,” katanya.

:Sebagai anak Saereri dan anak yang tahu adat, saya mohon ijin, mohon restu dari para orang tua kami dari Kampung Wonti, Kabupaten Waropen bahwa saya anak Saereri sudah siap untuk maju calon Wali Kota Jayapura. Saya mohon doa restu dan dukungan serta kerja bersama untuk kita sama-sama membangun Kota Jayapura yang lebih baik ke depan,” sambungnya.

Diakui, atas inisiatifnya sendiri dan juga bersama anggota DPR Papua, ia telah membuat perdasus dan perdasi tentang pendidikan, pemberdayaan ekonomi orang asli Papua sudah disahkan, namun tidak berjalan maksimal.

Oleh sebab itu, Jhony Banua Rouw yang akrab disapa JBR ini, memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Jayapura periode 2024 – 2029 dalam Pilkada Serentak tahun 2024.

“Saya memutuskan untuk masuk di Kota Jayapura. Saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat yang ada di Kota Jayapura, yang mana 22 persen adalah orang Saereri dan itu komunitas yang paling besar di Kota Jayapura,” ujarnya.

Namun, JBR mengungkapkan masih ada pembangunan yang pilih kasih atau tidak semua untuk orang Papua atau tersekat-sekat.

Untuk itu, JBR pun berkeinginan agar semua orang Papua mendapatkan pendidikan gratis di Kota Jayapura. Sebab, pemerintah punya tanggungjawab memberikan pendidikan gratis, tanpa memandang dari suku atau yang lainnya dan pendidikan gratis itu bisa dilakukan.

“Jika saya dipercayakan menjadi Wali Kota Jayapura, saya akan berikan pendidikan gratis bagi semua anak usia sekolah. Masuk SD, masuk SMP dan SMA, cukup datang saja. Tidak usah minta bantuan dimana-mana bahwa anak saya masuk sekolah ada yang butuh biaya Rp 4 juta, Rp 5 juta hingga Rp 7 juta. Tidak usah ada itu lagi, tapi orang tua punya tugas bawa anak pergi ke sekolah, karena sekolah gratis,” bebernya.

JBR pun mengajak semua pihak untuk menghentikan stigma bahwa orang Papua tidak bisa.

“Sebab, kita tidak diberikan kesempatan orang Papua berusaha. Saya akan memberikan kesempatan untuk kita berusaha di Papua terutama di Kota Jayapura dengan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan yang punya KTP Kota Jayapura akan diprioritaskan untuk lapangan kerja baru itu,” imbuhnya.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *