Fraksi Golkar DPR Papua Desak Pemprov Segera Alokasikan Anggaran PON XXI Aceh dan Sumut

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Papua, Tan Wie Long, SH, MH.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com –  Hingga kini nasib kontingen Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) masih terkatung-katung. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian anggaran untuk mendukung mereka mengikuti PON XXI di Aceh dan Sumatera.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Papua, Tan Wie Long, SH, MH mengaku prehatin belum adanya kepastian anggaran terhadap kontingen Papua dalam menghadapi PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara tersebut.

Untuk itu, ia mengingatkan Pemprov Papua untuk segera memberikan kepastian anggaran kepada kontingen Papua dalam pesta olahraga nasional 5 tahunan itu. Apalagi, pelaksanaannya tinggal 3 bulan lagi.

“Jujur saja, ini menjadi kegelisahan kami maupun tentu bagi rakyat di Papua. Sebab, sampai hari ini belum ada tanda-tanda sinyal dari pemerintah daerah untuk memberikan dana kepada kontingen Papua yang akan berangkat, padahal mereka sudah lulus seleksi,” kata Tan Wie Long.

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Along ini berharap ada upaya yang serius dari pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran.

“Jika tidak sesuai dengan yang diusulkan oleh KONI Papua, kita berharap pemerintah daerah harus punya kepastian anggaran yang mampu disiapkan untuk kontingen PON Papua itu berapa sesungguhnya? Sebab, usulan dari KONI itu sebesar Rp 284 miliar dengan 44 cabor dan atlet, official, akomodasi dan lainnya,” ujar Along yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Papua ini.

“Memang disatu sisi kita memahami kondisi keuangan daerah tahun 2024 ini fiskal kita tidak sampai Rp 3 triliun, tentu banyak hal yang diprioritaskan untuk dibiayai,” sambungnya.

Selaku Ketua Fraksi Partai Golkar dan Ketua Harian DPD Partai Golkar Papua, ia berharap Pj Gubernur Papua secara tegas menyampaikan kepastian anggaran yang disiapkan untuk kontingen Papua dalam mengikuti PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara.

“Kami harap Pj Gubernur tegas memberikan kepastian berapa anggaran untuk kontingen PON Papua, sehingga para atlet, official dan pengurus KONI sampai hari ini, mereka seperti mereka meragukan apakah bisa ikut PON XXI atau tidak,” tandasnya.

Padahal, kata Along, keikutsertaan kontingen Papua dalam PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara itu, untuk mengharumkan nama Papua, atas nama warga masyarakat Papua, namun 3 bulan sisa waktu pelaksanaan PON XXI itu belum ada kejelasan anggaran.

“Kami berharap dan pasti rakyat Papua juga berharap agar pemerintah menyampaikan, apalagi yang diusulkan sudah dirasionalisasi oleh KONI yakni Rp 284 miliar, ya kalau memang pemerintah daerah merasa tidak mungkin dibiayai semua, ya mungkin 50 persen dari itu. Jika disampaikan, maka KONI akan menyesuaikan anggaran dari pemerintah daerah itu,” ujarnya.

Apakah sudah ada penyampaian untuk ijin prinsip pergeseran anggaran atau mendahului APBD ke DPR Papua? Along menambahkan jika nanti itu akan dijelaskan dalam agenda sidang APBD Perubahan.

“Perubahan kita usahakan bulan depan itu harus dilaksanakan. Sebab, mengingat kebutuhan-kebutuhan mendesak dan urgent sekali, termasuk pelaksanaan PON XXI untuk keikutsertaan atlet kita mengharumkan nama Papua, apalagi kita baru selesai menjadi tuan rumah, tiba-tiba tidak ada kontingen Papua, tentu ini sangat menyedihkan sekali,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *