Potensi Konflik Tinggi, Pdt Lipiyus Biniluk: Jangan Terjadi Perpecahan Antar Umat Beragama Karena Beda Pilihan

Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt Lipiyus Biniluk.
banner 120x600
banner 468x60

SENTANI, Papuaterkini.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt Lipiyus Biniluk mengatakan jika atensi pemilukada serentak kali ini, lebih berbeda dengan Pileg/Pilpres kemarin, sebab tingkat kerawanannya lebih tinggi atau potensi konflik di masyarakat lebih besar.

Untuk itu, Pdt Lipiyus Biniluk mengingatkan untuk tetap menjaga persatuan, jangan ada perselisihan hingga terjadi perpecahan antar umat beragama hanya karena beda pilihan calon dalam kontestasi Pilkada pada Nopember 2024.

“Pilkada masalah serius, oleh sebab kita butuh campur tangan Tuhan agar pelaksanaan bisa berjalan dengan aman damai. Oleh karena itu, kita bawa kepada Tuhan dalam doa dan berpuasa dan ini FKUB sudah lakukan,” kata Pdt Lipiyus Biniluk dalam sambutannya pada Kebhaktian Kebangunan Rohani (KKR) mengusung tema “Bangkit dan Bermazmur bagi Kristus Menuju Pilkada Damai di Tanah Papua” di Istora Papua Bangkit, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, siapapun yang menjadi pemenang dalam pemilukada, mendapatkan kursi sebagai orang nomor satu untuk memimpin daerahnya, itu betul-betul adalah pilihan Tuhan.

“Jadi, kita berdoa dan berpuasa agar yang terpilih itu adalah pilihan dan rancangan Tuhan siapapun orangnya dan bukan pemimpin dari golongan tertentu,” tegas Pdt Lipiyus Biniluk.

Ia mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Papua dan jajaran yang sudah menggelar ibadah KKR tidak hanya di Jayapura, tapi juga di daerah DOB seperti Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan.

“Ibadah ini sangat luar biasa, dengan beribadah, baik itu tabligh akbar dan hari ini KKR, ini menembus perbedaan, kita harus selalu berpikir positif dan mendukung hal yang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri dalam sambutannya menekankan terkait pentingnya campur tangan Tuhan, dalam menciptakan Pemilukada yang aman damai di Tanah Papua.

“Dengan luas wilayah yang sungguh besar, Polri tidak dapat bekerja sendiri, kita perlu campur tangan Tuhan. Oleh karena itu, kami mengajak FKUB untuk membuat acara yang menggugah hati masyarakat di Papua melalui kegiatan KKR ini,” kata Kapolda Irjen Fakhiri.

Ia berharap KKR ini tidak hanya dilakukan saat jelang Pilkada, tetapi seterusnya akan menjadi budaya Polda Papua, dalam rangka menjaga keamanan ketertiban masyarakat di tanah Papua.

“Saya percaya jika kita rajin bermazmur, memuliakan Tuhan seperti Daud, maka yakinlah sesuai iman percaya kita bahwa Tuhan telah hadir, dan tanah Papua ini akan selalu dijaga oleh Tuhan,” ujarnya.

Meski dengan latar belakang agama yang berbeda, Kapolda Irjen Fakhiri mengajak seluruh masyarakat Papua untuk berdoa bersama.

“Agar Tuhan Allah yang tunggal, bisa hadir memimpin Provinsi Papua dengan 9 Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2024, dari awal, pertengahan hingga akhir. Mari kita bersama sama jaga tanah ini, jangan sampai ada yang ikut ikutan dalam kegiatan yang justru mengganggu keamanan ketertiban. Apabila ada mari kita tegur bersama sama, karena itulah tugas kita bersama,” bebernya.

“Dari tempat ini kita hadirkan berita kasih, berita bahagia, berita kebenaran serta berita damai kepada seluruh masyarakat, sehingga semua mempunyai hati dan pikiran yang baik sesuai dengan ajaran firman Tuhan,” imbuhnya.

Sedangkan, Pastor Jhon Bunay, Pr dalam kotbahnya meminta seluruh masyarakat Papua untuk bersatu dan tidak boleh tercerai berai hanya karena memilih pemimpin baik gubernur, walikota maupun bupati 5 tahun ke depan.

“Kasih harus menjadi dasar atau landasan dalam melakukan segala sesuatu, agar apa yang dilakukan benar-benar sesuai kehendak Tuhan,” kata Pastor Jhon Bunay.

Pastor Jhon Bunay menegaskan apapun agama, ras, suku bangsa, jabatan dan peran, kita adalah sama di mata Tuhan.

“Hidup yang Tuhan pinjamkan ini, kita saling mengasihi, kita akan membawa damai di antara kita supaya Pilkada 2024 jangan di nodai kebersamaan kita, sebab hidup kita ada batasnya (sementara),” tegasnya.

Ribuan umat kristiani menghadiri puncak Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar Polda Papua dalam rangka Pilkada Damai di tanah Papua 2024, di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Papua, Jumat, 28 Juni 2024 sore.

Mereka memenuhi gedung Istora, untuk bernyanyi, bermazmur memuliakan nama Tuhan dan menaikkan doa bersama untuk kelancaran, kedamaian pelaksanaan Pemilukada serentak,yang untuk pertama kalinya di seluruh Indonesia.

Puncak KKR yang merupakan kerjasama Polda Papua dan FKUB Provinsi Papua ini, juga menghadirkan belasan grup vokal dan tarian yang berasal dari sejumlah Kabupaten diluar Jayapura diantaranya dari Timika, Biak, Supiori, Merauke bahkan Nabire tampil bersorak memuji nama Tuhan Yesus Kristus. Tidak hanya itu, puncak KKR kali ini juga menampilkan dua artis ibukota.

KKR semakin lengkap dengan siraman rohani yang dibawakan oleh Pastor Jhon Bunay PR dan PS Debby Basjir.

Tampak hadir dalam KKR, Ketua PGGP Papua, MGR Yanuarius Theopilus Matopai You, Perwakilan pejabat TNI dari tiga matra, Wakapolda Papua Brigjen TNI Patrige Renwarin dan para PJU Polda Papua, Ketua Bhayangkari Polda Papua, Ny Eva Fakhiri dan pengurus, perwakilan MUI, Perwakilan GKI/Sinode, jemaat Tuhan dari setiap gereja yang ada di Kabupaten/Kota Jayapura dan Keerom.

KKR kemudian ditutup dengan doa bersama dari perwakilan lima agama dan deklarasi Pilkada Damai. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *