Shalat Idul Adha: Meneladani Ketakwaan Nabi Ibrahim AS, dan Perjuangan Siti Hajar. Ribuan Jamaah BKMM Heram Padati Lapangan

Oplus_0
banner 120x600
banner 468x60

Khatib Dr. M. Thohar Al Abza MA.

JAYAPURA, papuaterkini.com– Sholat Iedul Adha 1445/H di lingkup BKMM (Badan Koordinasi Masjid dan Musholla) Distrik Heram, kota Jayapura, Papua berlangsung khidmat di Lapangan DenZipur 10/KYD Waena pada Senin (17/6/2024).

Setiap moment Idul Adha, kita selalu diingatkan tentang kisah keluarga Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS yang merupakan anak laki-lakinya. Nabi Ibrahim AS tidak diperintah Allah SWT untuk membunuh Ismail, namun diminta untuk “membunuh” rasa kepemilikan terhadap Ismail. Karena hakekatnya semua milik Allah SWT. Momen itu bertujuan mengajarkan tentang nilai ketaatan, pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian.

Shalat Akbar di lapangan tersebut adalah bentuk kekompakan yang berasal dari 14 masjid, 2 musholla yang berada di wilayah kecamatan Heram.

Dalam catatan yang masuk ke panitia untuk wilayah ini terkumpul hewan qurban dari sejumlah masjid yang menjadi anggotanya yakni, sapi sebanyak 202 ekor dan kambing 35 ekor.

Yang bertindak sebagai imam shalat idul Adha adalah Al Ust. Ali Shodiqin dan khatib Al Mukarrom Dr. M. Thohar Al Abza MA.

Para pengurus BKMM (Badan Koordinasi Masjid dan Mushola) Heram bersama jamaah

Dalam isi khotbahnya Thohar Al Abza menyampaikan agak di luar mainstream atau kebiasaan. Jika kebanyakan makna idul adha adalah saat Ibrahim AS diuji Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail, Khutbah kali ini berisi tentang keluarga Ibrahim AS. Hanya saja, lebih berfokus kepada perjuangan Siti Hajar yang seorang perempuan, di tengah dominasi penyampaian kisah tentang Ibrahim dan Ismail AS yang merupakan anak laki-lakinya.

“Ismail, sosok bayi kecil yang telah lama diidamkan oleh ayahnya Ibrahim AS, baru saja dilahirkan melalui rahim Siti Hajar. Namun, begitu dambaan hati itu lahir, Ibrahim AS justru meninggalkan anak dan ibunya itu, menuju Palestina karena keburu menjalankan tugas dari Allah SWT. Sehingga, Siti Hajar bersama bayi mungilnya itu, ditinggalkan sendirian di lembah yang sunyi dan sepi, tandus, kering kerontang, gersang tanpa tumbuhan, di dekat Bait Allah” ujarnya.

Thohar juga berseloroh jika suami istri berjauhan atau LDM (long distance marriage) itu sebenarnya ada sanad atau contoh dari Nabi Ibrahim AS.

Thohar melanjutkan, Suatu ketika, pasca ditinggalkan suaminya, Siti Hajar memikirkan sendirian si jabang bayi yang meronta-ronta dan menangis. Tangisan itu ternyata mampu menggetarkan hatinya, sehingga membuatnya cemas. Lalu, ia bangkit dan berdiri meninggalkan Ismail sendirian. Dia melangkahkan kakinya dan berlari-lari kecil menuju bukit Shafa dan terus lari ke bukit Marwah, pulang – pergi, berjarak 400 meter, demi mencari setitik air, sambil tak henti-hentinya memohon pertolongan Allah SWT. Itu dilakukannya sebanyak 7 kali, yang di kemudian hari dikenal dengan ritual Sa’i.

“Mengapa harus air? Karena air adalah sumber utama kehidupan, sekaligus kesuburan bagi manusia dan alam” kata Thohar yang juga akademisi pada IAIN Fatahul Mulk Papua.

Ketua BKMM Distrik Heram, H. Abdul Musawwir Sabry, M.Pd, menyampaikan bahwa shalat idul adha ini merupakan bentuk kebersamaan dan persatuan umat muslim di wilayah Heram.

“Ribuan jamaah yang hadir ini bentuk kebersamaan dan syiar, dan ini bagian dari moderasi beragama yang memiliki tujuan untuk saling berdamai, empati, dan saling menghargai setiap perbedaan keyakinan. Toleransi dapat dijadikan sebagai sikap dalam menghargai dan menghormati setiap perbedaan antar individu atau kelompok baik masyarakat maupun agama” kata Musawwir.

Ketua Panitia, Ainul Yakin.M.Pd berujar jika semua ini terlaksana dan berjalan lancar berkat dukungan dari seluruh jamaah di lingkup BKMM Heram, dan juga kerjasamanya dari Komandan DenZipur 10 Waena Kapten Czi Tommy Johandri Ompusunggu, karena selama ini selalu memakai lapangannya beserta anggotanya dan juga komandan KOREM 172/PWY Brigjen. TNI. Dedi Hardono dan Kasrem Kol, Inf. Bobby Trianto.(Ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *