Banyak Anak Papua Menangis, MRP Minta Pemda Kucurkan Dana Otsus untuk Rekrutmen Polisi Noken

Ketua MRP Nerlince Wamuar.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nurlince Wamuar meminta seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Polda Papua untuk rekrutmen anggota Polri khususnya untuk anak-anak asli Papua atau Polisi Noken.

Sebab, dalam rekrutmen anggota Polri yang dilakukan Polda Papua pada tahun 2024 ini, banyak anak-anak asli Papua yang gugur alias tidak lolos diterima sebagai anggota Polri.

Hal ini tentu menjadi keprehatinan dan kesedihan tersendiri bagi Ketua MRP, Nerlince Wamuar.

“Untuk itu, saya perlu menyampaikan kepada kepala-kepala daerah khusus gubernur di seluruh tanah Papua, kami mendapatkan masukan dari Polda Papua khusus untuk kuota Polisi Noken, itu harus ada keterlibatan dari Pemda, harus ada uang dari pemda,” kata Nerlince Wamuar.

“Dana Otsus besar, kenapa dana Otsus itu, para kepala daerah tidak poskan (anggarkan) untuk penerimaan polisi. Saya perlu tekankan ini. Jangan buang uang sembarang-sembarang. Kuliahkan anak-anak sampai luar Papua dan luar negeri, tapi banyak anak yang DO. Untuk apa? Dia kuliah dapat sarjana juga, tidak ada kepastian dia kerja dimana?,” sambungnya.

Untuk itu, khusus untuk anak-anak yang cita-citanya mau jadi polisi, Nerlince Wamuar meminta pemerintah daerah menganggarkan dana Otsus untuk melakukan MoU dengan Polda Papua dalam rekrutmen anggota Polri itu.

“Kemarin, kami pertemuan dengan Polda, Polda minta masing-masing daerah bisa memberikan Rp 5 miliar sehingga jadi Rp 20 miliar. Rp 20 miliar itu untuk mendukung anak-anak Papua yang akan pergi ke pendidikan,” tandasnya.

Terkait rekrutmen anggota Polri tahun 2024, Nerlince Wamuar mengaku sedih lantaran banyak anak-anak Papua yang berkeinginan menjadi anggota Polri, harus pulang dengan air mata bercucuran.

“Pengalaman kami tahun ini, ini ngeri dan sedih. Cuma kuota penerimaan 2.000 orang, tapi yang mendaftar lebih dari 13.000, itu sangat menyedihkan. Dan, anak-anak yang gugur itu kasihan sekali. Saya sebagai ketua MRP sedih, saya bantu Rp 100 ribu, Rp 200 ribu untuk anak-anak naik kapal pulang,” ujarnya.

Dengan pengalaman penerimaan anggota Polri tahun 2024, Nerlince Wamuar meminta kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Tanah papua untuk mengalokasikan anggaran terutama melalui dana Otsus untuk membantu anak-anak asli Papua dalam rekrutmen anggota Polri, baik melalui ABT tahun 2024 maupun APBD induk tahun 2025.

Dikatakan, lewat dana Otsus, pemerintah daerah di Tanah Papua bisa melakukan MoU dengan Polda Papau untuk rekrutmen anggota Polri.

Bila perlu MoU dengan Kodam dalam penerimaan TNI, MoU penerimaan Akmil maupun Akpol termasuk dengan sekolah-sekolah kedinasan, sehingga anak-anak ini terarah.

“Jadi, dana Otsus ini terarah dan tujuannya sangat jelas. Ini harapan kami MRP, MRP ini tempat anak-anak Papua datang menangis, sehingga tahun ini dan tahun ke depan, kepala daerah di Tanah Papua agar menggunakan dana Otsus untuk MoU dengan Polda Papua, Kodam maupun IPDN atau sekolah kedinasan, sehingga manfaatnya dana Otsus jelas,” tandasnya.

Bahkan, Nerlince Wamuar mempertanyakan penggunaan dana Otsus selama ini.

“Selama ini kan dana Otsus untuk program-program apa? Kemarin saya sampaikan kepada Presiden, otsus tahap I sudah berakhir, pemerintah dan negara menyatakan bahwa Otsus berhasil, namun orang Papua bilang Otsus tidak berhasil, sehingga Otsus tahap II ini agar pemerintah menggunakan dana itu sebaik-baiknya, supaya ketika Otsus berakhir, orang Papua tidak bilang lagi Otsus gagal,” ujarnya.

“Mari pemerintah buka mata dan buka hati, lihat kebutuhan orang Papua, dengan menggunakan dana Otsus,” imbuhnya.

Sebagai Ketua MRP, Nerlince Wamuar berharap untuk penerimaan bintara Polri di Polda Papua yang diperkirakan mencapai 10.000 personel sampai tahun 2029, dapat memprioritaskan orang asli Papua.

Untuk itu, MRP meminta diberikan kuota khusus atau yang disebut dengan rekrutmen Polisi Noken, sehingga anak-anak asli Papua bisa masuk dalam kuota Polisi Noken itu.

“Khusus untuk Polisi Noken, Noken ini kan identitas orang Papua, Noken itu simbol mama, kesejahteraan dan kemakmuran. Berikan kami kesempatan, khusus anak-anak asli Papua itu kasih kami lewat kuota Polisi Noken, bukan masuk rekrutmen reguler,” katanya.

“Sebab, pengalaman beberapa hari ini, anak-anak Papua banyak yang menangis dan tempat menangis mereka di MRP,” sambungnya.

Nerlince Wamuar mengaku sudah meminta kepada Presiden RI dalam pertemuan beberapa waktu lalu, untuk memberi kuota khusus dalam rekrutmen baik Polri, TNI, ASN maupun sekolah kedinasan.

“Dengan seruan hati saya yang paling dalam mengingat tangisan anak-anak Papua dan masukan serta harapan dari orang tua yang anaknya tidak lolos rekrutmen Polri 2024, bukan saja anak-anak dari Jayapura saja, tapi anak-anak dari daerah harus pulang naik pesawat atau kapal, pengorbanan yang tak gampang. Jadi, berikan kami kuota Noken. Noken ini orang Papua punya jadi, kasih saja buat kami orang Papua, jangan dikasih kasih siapa-siapa,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *