Sampaikan Permohonan Maaf, Kapolda Irjen Fakhiri Janji Terus Mereformasi Diri untuk Membantu Masyarakat di Tanah Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Banyaknya masukan dan kritik maupun harapan terhadap kinerja Polri khususnya Polda Papua dari tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 78, ditanggapi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Kapolda Irjen Fakhiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua jika selama ini dalam melaksanakan tugas masih banyak kekurangan yang diberikan, khususnya perlindungan, pengayoman dan pelayanan belum maksimal.

“Itu bentuk keterbatasan kami, namun kami berjanji untuk terus mereformasi diri untuk membawa Polri untuk tetap hadir bersama pemerintah untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Tanah Papua,” kata Irjen Mathius Fakhiri.

Meskipun demikian, Kapolda Irjen Fakhiri menyampaikan terimakasih kepada seluruh personel Polri atas kerja keras dan pengabdian serta perjuangan yang telah dilakukan dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.

“Setiap 1 Juli, Polri pasti melakukan evaluasi kinerja. Begitu juga di Papua, saya akan melalukan evaluasi kinerja mulai dari 1 Juli 2023 sampai dengan 1 Juli 2024 dan kami juga akan mendengar harapan masyarakat terkait koreksi yang mereka berikan untuk Polri guna memperbaiki kinerja kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Waropen, Barends Agaki mengakui, tanpa pihak aparat keamanan khususnya Polri, masyarakat tidak mungkin menjalankan aktivitas dengan leluasa.

Untuk itu, kata Barends Agaki, masyarakat butuh kepolisian untuk keamanan dan ketertiban.

“Kepolisian sangat penting bagi kami masyarakat. Satu-satunya pelindung dan memiliki prinsip kemanusian adalah polisi,” kata Barends Agaki menanggapi Peringatan HUT Bhayangkara ke 78 tahun tepat 1 Juli 2024.

Barends Agaki menilai bahwa Kapolda Papua sangat dekat dan peduli kepada masyarakat.

“Kami menilai Kapolda Papua sangat dekat dan peduli terhadap masyarakat. Kami rindu pemimpin yang seperti ini. Mudah-mudahan Tuhan berkenan menjawab keinginan beliau untuk maju di Pilkada Gubernur Papua pada November 2024,” imbuhnya.

Senada dengan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Sarmi, Zakarias J. Sakweray juga menilai, kinerja kepolisian di wilayah Bonggo, Kabupaten Sarmi cukup baik. Hanya saja,  jumlah personel polisi masih kurang, mengingat wilayah Bonggo cukup besar mulai dari Kampung Kaptiau sampai ke Kampung Biri.

“Dengan wilayah yang begitu luas, saya lihat pengawasan masih belum maksimal karena jumlah personel Polri masih sangat kurang. Perlu ada penambahan personel. Kalau daerah Bonggo pada umumnya aman, tidak ada kegiatan kejahatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) karena saya sudah larang. Sebab, negara kita hanya Republik Indonesia,” tegas Zakarias Sakweray.

Zakarias Sakweray meminta para petinggi Polri, khususnya Polda Papua untuk memperhatikan pendidikan atau kenaikan pangkat personelnya.

“Kasihan mereka sudah mengabdi bertahun-tahun, tapi tidak ada kemajuan dalam karier,” sambungnya.

Apalagi, sebut Zakarias Sakweray, jumlah personel Kepolisian Perairan masih sangat kurang, sebab Sarmi memiliki wilayah laut yang cukup banyak seperti Pulau Anus, Pulau Modena, Pulau Mengge dan Pulau Ketebo.

“Sampai saat ini masih terjadi penangkapan ikan secara ilegal. Bahkan, bom ikan masih sering terjadi, sehingga harus ada penambahan personel polisi laut agar pengawasan bisa lebih ketat baik di darat maupun laut,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sarmi, Ahmad Mainatu mengatakan HUT Bhayangkara sudah menjadi bagian dari polisi dan masyarakat.

“Kepolisian sangat dekat dengan masyarakat. Artinya, Polisi dan Masyarakat selalu bersinergi,” kata Ahmad.

Ahmad memiliki harapan untuk kepolisian ke depan lebih baik, sebab selama ini Polri dan masyarakat Sarmi selalu hidup berdampingan sehingga segala persoalan bisa terselesaikan dengan cara damai.

“Ketika polisi itu bijak, maka apabila ada masalah tidak langsung dibawa ke ranah hukum, tetapi lebih dulu diselesaikan secara kekeluargaan dan adat. Kalau tidak bisa diselesaikan, barulah diproses ke ranah hukum,” imbuhnya.

Ketua Gereja Bethel Indonesia Wilayah Sarmi, Pdt Hengky Tersumbre mengapresiasi kepada Kapolda Irjen Mathius D Fakhiri beserta jajaran, karena keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di Sarmi sampai saat ini cukup kondusif.

“Sampai hari ini Sarmi aman-aman saja. Kami berterimakasih untuk kinerja Kapolda Papua berserta jajaran yang selama ini sudah berjalan baik,” kata Pdt Hengky Tersumbre.

Hengky Tersumbre menilai, selama ini Kapolda Papua selalu memberi perhatian kepada organisasi keagamaan.

“Makanya kami sangat berterimakasih. Mungkin pesan saya dalam rangka HUT Bhayangkara ke 78, kalau bapak bisa melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR ) di kabupaten lain, kami harapkan itu juga bisa dilakukan di Sarmi,” harapnya.

Ia menegaskan, Polda Papua selama dipimpin oleh Kapolda Irjen Mathius Fakhiri, situasi keamanan di wilayah pesisir pantai Papua cukup kondusif.

“Kalau melihat situasi selama ini, Sarmi adalah salah satu kabupaten yang teraman di seluruh Papua. Itu tidak terlepas dari kepemimpinan Irjen Mathius Fakhiri,” katanya.

Tokoh Agama Kabupaten Supiori Utara, Pdt Rosalina Kabarek mengatakan, kebijakan Kapolda Papua sangat luar biasa dan bijak.

“Saya mau bilang, sosok seperti ini yang kami butuhkan saat ini, karena beliau sangat bijak dalam mengambil keputusan,” kata Rosalina.

Ia berpesan, jadilah imam yang luar biasa dalam rumah tangga dan imam bagi seluruh masyarakat Papua yang ada di atas tanah ini.

“Kebijakan nyata yang sudah ditunjukan beliau adalah penerimaan anggota polisi baru, yang mana masing-masing daerah dibuat kebijakan khusus. Ini kami sangat apresiasi dan doa kami Tuhan terus bersama dengan bapak, Tuhan selalu berikan hikmat dalam menjalan tugas-tugas sesuai kehendak Tuhan,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *