Tokoh Adat dan Masyarakat Karfasia Bungkus Suara untuk Yanni – Jemmi

Calon Wakil Bupati Sarmi nomor urut 2 Jemmi Esau Maban bersama warga Karfasia Pantai Barat Sarm.
banner 120x600

SARMI, Papuaterkini.com – Calon Wakil Bupati Kabupaten Sarmi nomor urut 02, Jemmi Esau Maban kembali melakukan kampanye terbatasnya di Kampung Karfasia, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Jumat, 11 Oktober 2024.

Kampanye yang dilakukan Jemmi bersama tim koalisi, tim pemenangan, relawan dan simpatisan dengan melakukan konvoi. Tiba di Kampung Karfasia disambut antusias oleh masyarakat.

Ondoafi Otniel Siri, menyampaikan aspirasi masyarakat Karfasia yang selama ini belum dijawab pemerintah Sarmi seperti, jalan aspal, jembatan besi, pendidikan dan gedung Puskesmas.

“Untuk jalan utama harus di aspal, gedung sekolah harus dibangun, jembatan besi harus dibuat dan gedung puskesmas.Semua aspirasi masyarakat Karfasia harus menjadi perhatian Yanni – Jemmi saat duduk jadi Bupati dan Wakil Bupati Sarmi,” katanya.

Otniel Siri menegaskan kepada pasangan unor urut 02, Yanni – Jemmi benar-benar perhatikan Kampung Tarfasia untuk perubahan sesuai dengan Tag Line “Sarmi Ajaib” (Amanah, Jujur, Adil, Integritas Bersama).

“Pasangan Yanni – Jemmi saat duduk jadi bupati dan wakil bupati tidak usah khawatir untuk lahan. Sebab, masyarakat sudah siapkan baik itu lahan pembangunan jalan aspal, jembatan besi, gedung sekolah dan gedung puskesmas. Mengapa masyarakat minta jembatan besi, karena selama ini jembatan yang dibangun dengan kayu tidak kuat dan patah,” jelasnya.

Lalu fasilitas jalan sangat dibutuhkan masyarakat Karfasia agar masyarakat bisa mudah menjual hasil kebun mereka ke pasar.

“Saat jalan rusak, jembatan kayu patah, tentu menghambat kami berkebun untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah anak anak,” ungkapnya.

Otniel Siri dan seluruh masyarakat Karfasia sudah sepakat dengan menyatakan sikap siap mendukung Paslon Bupati Sarmi nomor urut 02, Yanni – Jemmi.

“Pilihan itu kami berikan karena berharap adanya perubahan di Kabupaten Sarmi, dimana selama 23 tahun tidak ada perubahan yang signifikan bahkan dikatakan lambat dari kabupaten lain yang ada di Papua,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *