177 Pengusaha OAP di Saireri Ikuti Bimtek Mitigasi Resiko  Pengadaan Barang dan Jasa

177 Pengusaha OAP di Saireri Ikuti Bimtek Mitigasi Resiko  Pengadaan Barang dan Jasa di Swiss-Belhotel Biak, Kamis, 24 Juli 2025.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Sebanyak 177 pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dari empat kabupaten yang ada di wilayah Saireri ikut Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Resiko Pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Papua, di Swiss-Belhotel Biak, Kamis,  24 Juli 2025.

Dari jumlah sebanyak itu, pengusaha OAP Kabupaten Biak Numfor dengan jumlah sebanyak 107 orang, Kabupaten Waropen 5 orang, Kabupaten Kepulauan Yapen 30 orang dan Kabupaten Supiori 65 orang.

Pj Gubernur Papua Agus Fatoni dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Papua, Debora Diana Salosa, SHut, MM  menekankan tentang pentingnya kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan dari seluruh kepala daerah di wilayah adat Saireri terhadap penguasa OAP.

”Saya meminta kepala daerah wilayah adat Saireri memberikan dukungan dan pembinaan kepada pelaku usaha OAP agar mampu bersaing dan berkembang,” katanya.

Pj Gubernur mendorong agar seluruh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) kabupaten/kota untuk segera memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa.

”Harapan saya setelah kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan terhadap model kematangan UKPBJ. Segera siapkan segala bukti dukung dan syarat domain untuk menjadikan UKPBJ sebagai Pusat keunggulan pengadaan yang efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plh Sekda Kabupaten Biak Numfor, Otto Wanggai, menyambut baik Bimtek yang dikhususkan bagi peningkatan kualitas dan kapasitas OAP di wilayah Saireri.

”Bimbingan teknis pegadaan barang dan jasa bagi pegusaha OAP ini sangat penting dan merupakan  meningkatkan kapasitas, daya saing, dan pengetahuan mereka dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya melalui sistem elektronik (LPSE),” katanya.

Dikatakan, Bimtek peningkatan kapasitas memiliki peran yang sangat strategis dalam memberdayakan pengusaha Orang Asli Papua dan mendorong ekonomi yang inklusif di Tanah Papua.

”Melalui bimtek seperti ini kita semua tentu berharap agar semua OAP dapat lebih mandiri, sejahtera dan berkontribusi dalam membanngun daerah,” imbuhnya. (un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *