JAYAPURA, Papuaterkini.com – Usia ditetapkan sebagai paslon Gubernur Papua dengan perolehan suara terbanyak pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), disambut gembira calon Gubernur Matius D Fakhiri.
Matius Fakhiri pun langsung menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pendukungnya dan seluruh masyarakat Papua.
“Terimakasih atas semua dedikasi, semua kebersamaan keluarga besar yang dari 27 November 2024 kita berjuang terus, menunjukkan keberagaman dan kebersamaan sampai PSU 6 Agustus 2025,” kata Matius Fakhiri.
“Kita telah mencapai hasil yang maksimal, tentunya kita harus bersyukur karena Tuhan baik. Keluarga besar telah menunjukkan kepada Provinsi Papua bahwa kami adalah orang-orang yang santun, yang terus menjaga kedamaian, tidak pernah kita mencaci maki kepada yang lain,” sambungnya.
Untuk itu, Matius Fakhiri yang akrab disapa MDF ini, berkomitmen merangkul semua pihak untuk membangun Papua dalam lima tahun ke depan.
“Hari ini, saya mengajak keluarga besar untuk merangkul dan menggandeng tangan suadara-saudara kita yang ada di sebelah. Sekali lagi, menang bukan berarti menyakiti orang lain, kita tunjukkan bahwa kita terus menjaga kedamaian di Papua, kita jaga keberagaman ini untuk kemajuan Provinsi Papua dan menjadi contoh semua provinsi di Tanah Papua,” ujarnya.
“Saya berpesan itu, sekali lagi Tuhan pasti akan membalas semua apa yang diberikan keluarga besar yang hadir ini, mulai dari Domberai, Bomberai, Lapago, Meepago, Animha dan suadara-saudara kita yang ada di Tabi dan Saireri, yang masih setia mendukung Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen, terkhusus seluruh warga Nusantara, kalian adalah bagian dari kami anak-anak Papua,” sambungnya lagi.
MDF mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Provinsi Papua, membangun Tanah Papua untuk menjadi sesuatu bagi bangsa dan negara.
MDF kembali mengingatkan pendukungnya untuk tidak terpancing dan terus menunjukkan kebaikan-kebaikan, karena sudah berjuang sejak 27 Nopember 2024 sampai pleno penetapan hasil penghitungan perolehan suara dan Mari-Yo sebagai pemenangnya.
“Kita jaga dan rapatkan barisan. Tidak boleh mengkotak-kotakkan, semua harus bersatu. Jika ada suadara kita disebelah menggugat, kita harus hormati, karena kalian adalah pendekar-pendekar demokrasi yang santun,” imbuhnya.(bat)















