JAYAPURA, Papuaterkini.com – Suatu kehormatan atas nama Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Yalimo melalui komisi A yang membidangi pemerintahan, hukum dan tata tertib atas penyelenggaraan momentum persatuan warga Negara yang diselenggarakan oleh ibu kepala Distrik Welarek, Rebina Yohane.
Menurut Ketua Komisi A DPRK Yalimo, Simon Walilo, SIKom, adalah sebuah langkah maju yang hendak membawa dampak baik kepada perkembangan dan pertumbuhan pemerintahan dari tingkatan desa hingga kecamatan mulai digebrak oleh salah seorang tokoh perempuan welarek untuk cerminan bagi Pemerintah Kabupaten Yalimo.
Sejatinya pembanganunan itu bermula dari titik-titik sentral termasuk titik terisolir seperti Distrik Welarek dan Benawa bagian gunung Kabupaten Yalimo menjadi potret keterisolasian yang nampak diperlihatkan kepada pemerintah bahwasannya perlu melakukan pembangunan secara marathon.
“Ruang perayaan 80 tahun HUT RI adalah sebuah momentum yang disediakan pemerintah distrik melalui kepemimpinan kepala distrik perempuan pertama di Distrik Welarek, Komisi A sebagai komisi yang membidangi pemerintahan, hukum dan tata tertib dengan semangat kebersamaan kami menyambut peristiwa perayaan ini dengan penuh semangat dan sekaligus berapresiasi atas niat baik kepala distrik,” kata Simon Walilo, Kamis, 21 Agustus 2025.
“Kami terharu setelah mengikuti pemberitaan tentang rangkaian pelaksanaan kegaiatan di salah satu stasiun televisi lokal menyampaikan momen perayaan itu langsung dari lapangan atau di ibu kota Distrik Welarek, mengapa kami terharu? Karena selama 16 Tahun silam sejak pemekaran Kabupaten Yalimo melalui undang-undang Nomor 4 Tahun 2008 sampai saat ini jarang sekali menyelenggarakan kegiatan di Ibu Kota Distrik Welarek, yang ada paling-paling tidak dilakukan kegiatan tetapi pelaksanaan kegiatannya dilaporkan realisasi 100%,” sambungnya.
Bahkan, ia mengaku sangat bangga dan sangat mengapresiasi jika mendengar dan melihat ibu kepala distrik menyelenggarakan kegiatan di ibu kota distrik.
“Kami juga berikan apresiasi, biar kedepan bukan hanya momentum perayaan HUT RI, tetapi kegiatan-kegiatan yang ivennya besar seperti musyawah tingkat distrik tentang perncanaan pembangunan distrik yang melibatkan 62 Kepala Kampung itu harus dilakukan di sana, termasuk juga perayaan natal,” ujarnya.
Lebih lanjut, jika memang bisa dijangkau kepala distrik kemudian menjadi mama atau kepala untuk semua titik-titik strategis, perlu diketahui bahwa Distrik Welarek terdapat 7 titik startegis diantaranya; titik Welarek, Pisanggo, Mabualem, Salema, Sali, Hutkimo, Werenggik Amput dan Poik, sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat dititik pusatkan dimasing-masing titik disana jauh lebih baik.
Dengan demikian, kata Simon Walilo, masyarakat akan merasa benar-benar memiliki kepala distrik sebagai orang tua dari pada distrik tersebut sebagai kepala wilayah agar aspirasi masyarakat tersalurkan kepada kepala distrik dan pemerintah bila perlu melibatkan DPRK sebagai mitra pemerintah untuk bersama-sama membangun komunikasi dan menyalurkan aspirasinya kepada pemerintahan sesuai tingkatannya.
Mengingat pembangunan di Distrik Welarek menjadi satu-satunya distrik dengan kategori Daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Indonesia yang menghadapi tantangan khusus dalam hal pembangunan dan aksesibilitas.
Ia berharap kepada pemerintah Distrik Welarek kedepan dapat meningkatkan daya juangnya secara berkesinambungan dan memainkan peran strategisnya untuk membangun Distrik Welarek yang maju dan berdaya saing.
“Kami juga mengajak kepada seluruh instansi berpanjangan tangan dari pada pemerintah daerah yang berada disana seperti SD, SMP dan SMA masing-masing mempertanggungjawabkan tugasnya termasuk Puskesmas Distrik Welarek seperti yang disampaikan kepala distrik dalam sambutannya diperlukan konsistensi, kerja keras dan kersama yang apik untuk menjaga semua aspek pembangunan,” katanya.
Khususnya untuk puskesmas Distrik Welarek, ia meminta ada peningkatan pelayanan sampai dimasing-masing pustu. Minimal memberikan arahan sebagai pimpinan diatas dari pustu supaya pengobatan pada masyarakat di wilayah Distrik Welarek dalam 7 titik itu mendapatkan pelayanan secara maksimal dan objektif.
“Karena itu adalah kerja nyata kita dalam merefleksi 80 tahun HUT RI. Kita harus bangkit dan berfikir kedepan, setelah 80 Tahun HUT Kemerdekaan RI apa saja tantangan kita di Distrik Welarek, hal-hal ini menjadi atensi parah pekerja dilapangan, dan terima kasih untuk pengabdian bapak-ibu para pekerja mulai dari kepala distrik dan staf, kepala puskesmas dan staf, kepala-kepala pustu dan staf, kepala-kepala sekolah dan jajarannya, parah orang tua sekalian di kampung-kampung,” paparnya.
“Kami menyapa bapak-ibu dan saudara, selamat atas perayaan 80 Tahun HUT RI, marilah kita memaknai sebagai tonggak sejarah kita untuk maju bersama membangun distrik welarek sebagai distrik terluar dan tertinggal karena Dsitrik ini berada pada kategori 2T focus kita tahun ini menyoroti pemerintah untuk harus bekerja keras membangun Welarek sebagai daerah Terluar dan Tertinggal,” sambungnya lagi.
Ditambahkan, inspirasi dan semangat yang dibangun oleh ibu Kepala Distrik Welarek, harus didukung bersama agar ke depan Distrik Welarek menjadi daerah yang bukan kategori 3T lagi, tetapi melalui kerja keras dan kerja sama akan mampu merubah kehidupan saat ini kepada kehidupan yang lebih maju. (bat)














