JAYAPURA, Papuaterkini.com – Kelompok Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua secara tegas membantah demo damai yang dilakukan di Kantor DPR Papua, Senin, 1 September 2025, akan berujung chaos atau rusuh.
Apalagi, sebelumnya beredar isu jika demo yang dilakukan Kelompok Cipayung Plus termasuk Badko HMI Papua itu akan berakhir ricuh.
“Saya mau katakan di media dan kemudian isu yang berkembang diframing oleh oknum-oknum bahwa akan kemudian chaos, tapi hari ini kita Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua membuktikan representasi toleransi, keberagaman dan kedamaian ada di Tanah Papua dan ada ditangan Cipayung Plus,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Jayapura, Rizon Zul Akbar L sebelum membacakan pernyataan sikap dalam aksi demo di Kantor DPR Papua, Senin, 1 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum HMI Cabang Jayapura, Rison Zul Akbar L, mewakili Gerakan Cipayung Plus membacakan 11 poin pernyataan sikap yang menjadi dasar tuntutan kepada DPR Papua dan pemerintah. Berikut isi pernyataan tersebut
“Turut berduka cita atas semua korban, luka, dan nyawa yang hilang dalam berbagai peristiwa kebangsaan di Tanah Papua dan wilayah lainnya di Indonesia,” katanya.
Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua mengutuk keras tindakan represif, kriminalisasi dan penghilangan nyawa oleh aparat negara terhadap mahasiswa, masyarakat sipil, perempuan, dan pejuang HAM, terutama di Papua. Aksi demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara yang dilindungi UUD 1945.
Cipayung Plus mendorong DPR Papua untuk mengawal investigasi transparan dan profesional terhadap tindakan represif aparat, termasuk kasus pembunuhan yang terjadi di Papua dan wilayah lainnya. Semua pihak yang terbukti bersalah harus diproses hukum seadil-adilnya.
“Menuntut evaluasi dan pembenahan institusi aparat keamanan dalam penanganan aksi demonstrasi, dengan pendekatan persuasif, dialogis, dan menghormati hak-hak sipil,” tandasnnya.
Selain itu, Cipayung Plus mendorong DPR Papua dan pemerintah daerah mencegah meningkatnya tindakan represif militer di Tanah Papua melalui pendekatan yang harmonis dan berbasis budaya lokal.
Juga meminta peninjauan kembali kenaikan gaji dan tunjangan DPR Papua, mengingat kondisi ekonomi negara dan tingginya angka kemiskinan. Dana sebaiknya dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah tertinggal, khususnya daerah 3T di Papua.
“Mendesak DPR Papua untuk mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat adat,” ujarnya.

Cipayung Plus menuntut penghentian eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat di Papua oleh pihak korporasi dan negara, seperti di wilayah PSN Papua Selatan, Blok Wabu (Papua Tengah), dan tambang nikel di Raja Ampat.
“Mendesak Kapolri dan Panglima TNI menghentikan operasi militer di seluruh Tanah Papua. Menuntut pembebasan semua massa aksi yang ditangkap, baik secara nasional maupun lokal,” katanya.
“Mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, DPR, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, dan pemuda, untuk bersama menjaga Papua sebagai Tanah Damai dan mencegah konflik horizontal,” sambungnya.
Rison menegaskan komitmen Cipayung Plus untuk terus bersama rakyat dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di Tanah Papua.
“Untuk setiap keringat yang mengucur, suara yang menggema, hingga darah dan nyawa yang hilang atas nama perjuangan, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat. Semoga semua pengorbanan ini menjadi bunga kemanusiaan dan kebenaran. Kami, Cipayung Plus, akan terus berdiri bersama rakyat,” pungkasnya.
Dalam aksi dem damai ini, diterima langsung Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST, MM didampingi Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim, Wakil Ketua III DPR Papua, H Supriadi Laling dan 27 anggota DPR Papua di halaman Kantor DPR Papua.
Dalam aksi yang berlangsung tertib tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait situasi sosial, keamanan, dan hak masyarakat di Tanah Papua.
“Kami mengapresiasi teman-teman Cipayung Plus atas aksi damai hari ini yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Terima kasih atas kehadiran dan orasi yang telah disampaikan oleh adik-adik ketua-ketua organisasi kemahasiswaan,” kata Ketua DPR Papua Denny Bonai.
Denny Bonai yang berasal dari Partai Golkar ini, menegaskan bahwa DPR Papua siap mengawal seluruh aspirasi yang telah disampaikan.
“Kami di DPR pada prinsipnya akan menindaklanjuti seluruh poin aspirasi yang disuarakan. Silakan teman-teman mahasiswa datang kembali bila belum ada tindak lanjutnya. Kami terbuka dan akan terus bersama rakyat,” imbuh Denny Bonai yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Papua ini.
Menariknya, dalam aksi ini, Ketua DPR Papua Denny Bonai bersama unsur pimpinan DPR Papua dan 27 Anggota DPR Papua ikut mengantarkan dan mengawal ratusan massa dari Cipayung Plus Kota Jayapura dan Provinsi Papua untuk melakukan unjuk rasa di Kantor Polda Papua dengan jalan kaki bersama-sama massa. Ketu















