BURMESO, Papuaterkini.com – Suasana hangat dan penuh makna adat mewarnai halaman Kantor DPRK Mamberamo Raya di Burmeso, Kamis (30/10/2025). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti prosesi bakar batu sebagai wujud syukur dan kebersamaan, menandai resmi dimulainya masa kepemimpinan Patinus Wanimbo sebagai Ketua DPRK Mamberamo Raya periode 2025–2030.
Tradisi luhur masyarakat Papua itu menjadi simbol persaudaraan antara pemimpin dan rakyat, sekaligus doa bersama agar roda pemerintahan di “Negeri Seribu Misteri , Sejuta Harapan'” ini, berjalan dalam berkat dan kesejahteraan.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, warga bersama-sama menyiapkan kayu, batu panas, daun pisang, daging, serta berbagai bahan makanan tradisional. Prosesi tersebut menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan ucapan syukur atas amanah yang kini diemban oleh Patinus Wanimbo sebagai Ketua DPRK Mamberamo Raya periode 2025–2030.
Ketua DPRK Mamberamo Raya, Patinus Wanimbo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan serta masyarakat Mamberamo Raya atas dukungan dan doa yang mengiringinya hingga resmi memimpin lembaga legislatif daerah tersebut.
“Bakar batu ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud syukur kami kepada Tuhan dan simbol persaudaraan saya sebagai anak adat bersama masyarakat Mamberamo Raya. Saya akan menjalankan amanah ini dengan hati yang tulus untuk melayani rakyat selama lima tahun ke depan,” ujar Patinus Wanimbo di sela-sela acara.
Ia menegaskan, gedung DPRK adalah rumah rakyat yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan demi kemajuan daerah.
“Gedung ini tempat menampung aspirasi masyarakat. Sebelum saya memasuki ruang kerja pimpinan, budaya saya harus hadir dengan bakar batu dan makan bersama di gedung rakyat ini. Setelah itu kita berdoa bersama agar selama lima tahun ke depan pimpinan dewan dapat bekerja dengan baik demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Mamberamo Raya — dari air menetes sampai ombak pecah, dari Nadofuai sampai Yoke,” ungkapnya.
Sementara itu, Tom Aswa, tokoh adat Suku Bauzi, menyampaikan bahwa prosesi bakar batu merupakan simbol restu dan penerimaan masyarakat adat terhadap pimpinan DPRK yang baru.
“Ini baru namanya anak adat, yang tahu adat. Sebelum masuk ruang kerja, Bapak Ketua DPRK Patinus Wanimbo lebih dulu menggelar bakar batu. Sebagai tokoh pemuda Suku Bauzi, saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, DPRK dapat benar-benar mengawal aspirasi rakyat dan membawa perubahan bagi negeri kami yang selama ini cukup tertinggal,” ujar Tom Aswa.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Andreas Leunama, kemudian seluruh tamu dan masyarakat menikmati hidangan hasil bakar batu sebagai penutup prosesi.
Dengan demikian, tradisi luhur ini menjadi penanda awal perjalanan kepemimpinan Patinus Wanimbo di DPRK Mamberamo Raya — sebuah momentum bersejarah yang memadukan nilai adat, budaya, dan pemerintahan dalam semangat persatuan masyarakat Mamberamo Raya.(nap)















