Dinkes Biak Numfor Perkuat Kolaborasi dan Lintas Sektor Penanganan Kusta, TBC hingga Kesehatan Jiwa

Pembukaan koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit, Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy C. Kapissa bersama Kepala Dinas Kesehatan, Ketua TP PKK, dan Ketua GOW. FOTO : Yuni
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah tersebut. Pemerintah menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, sangat penting untuk menekan angka kasus penyakit menular dan tidak menular.

Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapissa, mengatakan tantangan pembangunan kesehatan semakin kompleks dengan adanya pergeseran pola penyakit dan meningkatnya kasus penyakit tidak menular di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat membudayakan hidup sehat, bersih, dan disiplin. Ini penting untuk menekan kasus penyakit,” ujar Wabup saat membuka kegiatan sosialisasi, advokasi, dan koordinasi pencegahan serta pengendalian penyakit di Ballroom KSL, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, beberapa penyakit yang menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain kusta, TBC, HIV/AIDS, serta kesehatan jiwa (ODGJ). Penanganan penyakit-penyakit tersebut memerlukan edukasi berkelanjutan, advokasi, dan koordinasi program yang melibatkan berbagai sektor.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan baik di Dinas Kesehatan, RSUD, 21 Puskesmas, dan Pustu atas dedikasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tambah Jimmy Kapissa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Dwiri, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat peran lintas sektor dalam menekan beban ganda penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.

Fokus pengendalian meliputi AIDS, TBC, malaria, kusta, imunisasi, serta penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan jiwa.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan memanfaatkan layanan gratis melalui program PBI daerah,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan advokasi ini diikuti 96 peserta dari Dinas Kesehatan, lintas sektor, OPD, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas se-Kabupaten Biak Numfor.(un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *