Warga Waropen Atas Minta Pemkab Mamberamo Raya Segera Bersihkan Alur Kali Barapasi

Warga Waropen Atas berupaya membersihkan tumpukkan kayu di alur sungai Barapasi. pemkab Mamberamo Raya diminta membantu membersihkan alur sungai itu.
banner 120x600

Burmeso, Mamberamo Raya—Warga Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, meminta Pemerintah Daerah segera melakukan pembersihan dan normalisasi alur Kali Barapasi yang saat ini tersumbat akibat banjir beberapa waktu lalu. Penyumbatan tersebut disebabkan menumpuknya material lumpur, batang kayu, dan sampah yang terbawa arus.

Kondisi ini menyebabkan genangan air di sekitar permukiman warga dan menghambat akses jalur transportasi air, termasuk penggunaan speedboat dan perahu yang menjadi sarana utama mobilitas masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Distrik Waropen Atas, Natan Dasinapa, mengungkapkan bahwa warga telah berupaya melakukan pembersihan secara swadaya, namun terkendala keterbatasan peralatan.

“Kami sudah berusaha membersihkan alur kali menggunakan alat seadanya, tetapi material lumpur yang menumpuk cukup tebal. Kami berharap pemerintah dapat menurunkan alat berat untuk membantu normalisasi aliran air,” ujar Natan Dasinapa.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRK Mamberamo Raya, Pisces Sefkaryah Ayomi, mengatakan bahwa ia telah melihat langsung kondisi Kali Barapasi saat melakukan reses dan kunjungan kerja ke Distrik Waropen Atas baru-baru ini.

Menurutnya, laporan hasil kunjungan tersebut sudah disampaikan kepada pimpinan DPRK dan instansi teknis terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saya telah menyampaikan laporan resmi hasil reses ini kepada Pimpinan DPRK. Jika tidak segera dibersihkan, genangan air dapat meluas dan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama menjelang musim hujan,” kata Pisces Ayomi, Rabu (5/11/2025) di Burmeso.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya diharapkan dapat menindaklanjuti langkah normalisasi pada tahun anggaran 2026, termasuk pengerahan alat berat untuk pengerukan material yang menyumbat aliran kali.

Upaya normalisasi alur Kali Barapasi dinilai mendesak, mengingat wilayah Waropen Atas bergantung pada jalur transportasi air sebagai akses utama, serta untuk mencegah potensi banjir susulan dan dampak kesehatan di lingkungan permukiman.

Masyarakat berharap proses pembersihan dapat dilakukan secepatnya agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan normal. (nap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *