BIAK, Papuaterkini.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak, yang kini resmi beralih nama menjadi Institut Cinta Tanah Air (INCITA), kembali menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Hukum Tahun Akademik 2024/2025.
Prosesi wisuda ke-XVII tersebut berlangsung di Grand Ballroom KSL Biak, Kamis (27/11/2025).
Sebanyak 83 wisudawan mengikuti prosesi ini, terdiri dari 74 lulusan S1 Hukum dan 9 lulusan Magister Hukum (S2). Rapat Senat terbuka dipimpin oleh Ketua STIH Biak, Dr. Muslim Lobubun, SH, MH, yang menyampaikan rasa bangga atas konsistensi kampus dalam menghasilkan lulusan berkualitas bagi Papua, khususnya Kabupaten Biak Numfor.
“Wisuda Terakhir Atas Nama STIH”
Dalam sambutannya, Dr. Muslim Lobubun menegaskan bahwa wisuda tahun ini memiliki makna historis karena menjadi wisuda terakhir yang menggunakan nama STIH sebelum resmi bertransformasi menjadi Institut Cinta Tanah Air (INCITA).
“Ini adalah momen membanggakan bagi institusi. Perubahan nomenklatur menjadi INCITA menandai perjalanan panjang STIH dalam membentuk sumber daya manusia di bidang ilmu hukum,” ujarnya.
Transformasi STIH menjadi INCITA juga ditandai dengan pembukaan dua program studi baru, yakni: Manajemen Pendidikan (fokus pada tata kelola pendidikan SMA/SMK) dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Kedua prodi baru ini diharapkan memperluas kontribusi kampus dalam mencetak tenaga pendidik dan profesional yang kompeten di Tanah Papua.
Bupati Biak: Wisuda Adalah Awal Pengabdian
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli I, Fransisco Olla, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi awal dari perjalanan baru di dunia pengabdian.
“Ilmu hukum yang diperoleh para wisudawan adalah modal penting untuk membangun Kabupaten Biak Numfor, menegakkan keadilan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kompetisi dunia kerja kini semakin ketat, sehingga para lulusan dituntut memiliki keunggulan kompetitif dan kemampuan adaptasi.
“Ijazah dengan nilai tinggi bukan satu-satunya jaminan mendapatkan pekerjaan. Kalian harus dinamis, kreatif, dan mampu memanfaatkan setiap peluang,” tambahnya.
Dorongan untuk Terus Berkarya
Di akhir sambutan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus bergerak dan berinovasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Wisuda ke-XVII ini menjadi simbol komitmen INCITA dalam mencetak generasi muda yang siap bekerja, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat Papua.(un)















