JAYAPURA, Papuaterkini.com — Pemerintah Provinsi Papua memastikan bahwa aktivitas bongkar muat peti kemas akan resmi dipindahkan dari Pelabuhan Jayapura ke Pelabuhan Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai tahun 2026.
Relokasi ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, saat meninjau Pelabuhan Depapre, Senin (1/12) siang.
“Tahun depan pastinya kegiatan bongkar muat sudah di sini, di Pelabuhan Depapre. Lokasi ini cukup besar dan lebih memadai,” kata Gubernur Fakhiri didampingi Bupati Jayapura Yunus Wonda saat meninjau Pelabuhan Depapre, Senin, 1 Desember 2025.
Relokasi Kurangi Kemacetan di Kota Jayapura
Menurut Gubernur Fakhiri, pemindahan pelabuhan peti kemas juga dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat terkait padatnya kendaraan kontainer yang memadati jalan-jalan utama di Kota Jayapura.
“Bongkar muat di Jayapura cukup mengganggu kenyamanan berlalu lintas, dan itu sering dikeluhkan pengguna jalan. Depapre adalah lokasi strategis untuk mengatasi persoalan itu,” ujarnya.
Akses Jalan dan Fasilitas Penunjang Disiapkan
Gubernur Fakhiri menekankan bahwa pemerintah kini fokus menyelesaikan akses jalan khusus kontainer serta sarana pendukung di Pelabuhan Depapre.
“Saya sudah sampaikan kepada Dinas PU untuk melihat dan menuntaskan persoalan jalan, termasuk fasilitas penunjang dari Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Robert Awi, memastikan penuntasan jalan khusus tersebut akan diprioritaskan.
“Dulu sudah ada jalan khusus kontainer, namun tidak dilanjutkan. Sekarang kami akan lanjutkan sesuai petunjuk Gubernur. Kami desain kembali dan koordinasi dengan pemilik hak ulayat agar tak menjadi masalah ke depan,” ujar Awi.
Depapre Jadi Pusat Baru Industri Perikanan
Selain relokasi pelabuhan peti kemas, Gubernur Fakhiri juga menegaskan bahwa Depapre merupakan lokasi strategis untuk dibangun dermaga perikanan.
“Pembangunan dermaga perikanan akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan daerah. Namun semua kembali lagi ke masyarakat setempat agar tidak terjadi aksi palang-memalang,” tegasnya.
Ia berharap dukungan penuh masyarakat untuk mendukung pembangunan yang dampaknya akan langsung dirasakan secara ekonomi.
“Ini untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Kami akan mulai bangun dan rancang untuk tahun depan,” tutup Gubernur Fakhiri. (bat)















