BIAK, Papuaterkini.com – Jumlah tenaga kesehatan dan guru di Kabupaten Biak Numfor dinilai masih kurang jika dibandingkan kebutuhan. Karena itu, bagi guru dan tenaga kesehatan sama sekali tidak akan dilayani oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor jika meminta surat mutase ke daerah lain.
Bahkan, Bupati Kabupaten Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, dengan tegas menyatakan sama sekali tidak akan bersedia menandatangani surat permohonan mutase dimaksud.
“Ketika baru diangkat jadi CPNS, maka lomitmen awal adalah siap di tempatkan di mana saja sesuai kebutuhan pemerintah daerah. Demikian pula terhadap masa tugas minimal 10 tahun baru bisa pindah ditandatangi diatas surat bermaterai,” tegasnya saat memimpin apel KORPRI, Selasa lalu.
Dalam kesempatan itu juga, Bupati mengatakan, bahwa anggapan bahwa wilayah Aimando Padaido, maupun Numfor merupakan tempat pembuangan adalah keliru. Penugasan ke wilayah tersebut justru hanya diberikan kepada pegawai yang memiliki kompetensi dan profesionalisme yang baik.
”Aimando Padaido dan Numfor bukan tempat pembuangan, yang di tugaskan kesana adalah mereka yang punya kompetensi baik profesional, kalau pegawai yang malas di tempatan di sana mau jadi apa pelayanan kita,” tegasnya.
Ditegaskan Markus Mansnembra, bahwa selama masa kepemimpinanya 5 atau 4 tahun kedepan pengajuan pindah atau mutasi tidak akan di proses bagi pegawai yang belum menjalankan tugas minimal 10 sampai 15 tahun.
”Tenaga kesehatan dan pendidik yang belum mengabdi 10 hingga 15 tahun jangan coba-coba ajukan pindah, selama saya masih menjadi Bupati anggap, saja itu mimpi penghias tidur malam,” ujarnya.
“Alasan pindah karena mengikuti pasangan atau keluarga tidak dapat di jadikan dasar, karena sumpah jabatan PNS mewajibkan pegawai siap di tempatkan di manapun,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan bahwa Aparatur Sipil Negara, untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak sejalan dengan disipilin kerja, salah satunya keterlibatan dalam politik.
“Kalau sebelum pegawai aktif dalam berpolitik baik secara langsung maupun tidak langsung, itu karena masih berstatus masyarakat umum. Tapi setelah saudara-saudara menjadi pegawai negeri, tinggalkan kebiasaan lama. Dan fokus pada pelayanan,” imbuhnya. (un)















