BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperluas pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga ke wilayah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T).
Langkah ini dilakukan guna memastikan pemerataan akses layanan gizi bagi seluruh anak dan kelompok rentan di Kabupaten Biak Numfor.
Kabid Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Biak Numfor, Susanto, mengatakan saat ini pembangunan SPPG di wilayah 3T sudah mulai berjalan. Dari total 15 titik yang diusulkan, tahap pertama difokuskan pada 11 unit SPPG, dengan progres pembangunan telah mencapai sekitar 25 persen.
“Saat ini sudah ada 8 SPPG Mandiri yang beroperasi dan melayani lebih dari 9.000 siswa. SPPG tersebut berada di Brambaken, Wapnour, Shonggua 2, Awen Minaga, Sehat Wijaya, Kornasoret, Mandala, dan Sorido. Sementara pembangunan SPPG di wilayah 3T juga sudah dimulai,” ujar Susanto, Kamis (12/12/2025).
Ia menegaskan, program MBG merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang harus diimplementasikan secara menyeluruh hingga ke kampung-kampung dan wilayah terpencil.
Menurutnya, pemerataan layanan gizi menjadi kunci dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Ini penting agar anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil juga mendapatkan pelayanan gizi yang sama dengan anak-anak di wilayah perkotaan,” katanya.
Susanto menambahkan, penerima manfaat program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B). Namun, cakupan penerima manfaat untuk kelompok 3B dinilai masih relatif kecil.
“Kami mendorong para kepala SPPG untuk meningkatkan cakupan penerima manfaat, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujarnya.
Untuk tahap pertama, 11 SPPG yang sedang dibangun tersebar di wilayah Kepulauan Aimando Padaido, Numfor, dan Bondifuar. Sementara itu, 4 titik lainnya yang berada di Rumbin, Wirmaker, Syurdori, dan Buryadori di wilayah Mandori direncanakan masuk dalam pembangunan tahap kedua.
“Kita berharap 11 titik SPPG yang saat ini sedang dikerjakan dapat rampung pada awal tahun 2026 sehingga segera bisa melayani masyarakat,” pungkas Susanto. (un)















