JAYAPURA, Papuaterkini.com – Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (Forkom LKN) Provinsi Papua menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gubernur Papua Matius D Fakhiri dan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen. Penegasan itu disampaikan dalam Musyawarah Besar (Mubes) II Forkom LKN Papua yang digelar di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Minggu (14/12/2025).
Mubes II Forkom LKN Papua mengusung tema “Berkolaborasi dan Membangun Solidaritas Kebinekaan untuk Papua Cerah dan Damai di Tanah Papua”. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Papua Matius D Fakhiri yang diwakili Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen.
Mubes tersebut dihadiri Penjabat Sekda Papua Christian Sohilait, unsur Forkopimda Papua, Ketua LMA Port Numbay George Awi, Ketua Dewan Adat Tabi Yakonias Wabrar, para ketua paguyuban se-Tanah Papua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Ketua Umum Gerakan Cinta Indonesia Hendrik Yance Udam.
Ketua Panitia Mubes II Forkom LKN Papua, Mustakim HR, menjelaskan bahwa Mubes II bertujuan mendengar laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jenderal Forkom LKN Papua masa bakti 2022–2025, sekaligus mengevaluasi dan membahas rancangan program kerja organisasi untuk tiga hingga empat tahun ke depan sesuai AD/ART.
“Peserta yang hadir sekitar 21 paguyuban dan empat paguyuban sebagai peninjau,” ujar Mustakim. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai, Komisaris Bank Papua Viktor Abiadata, para donatur, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Mubes II.
Sekretaris Jenderal Forkom LKN Papua, Ir. H. Junaedy Rahim, menjelaskan bahwa Mubes I Forkom LKN Papua digelar pada 20 November 2021 di Hotel Horison Kotaraja dan kepengurusan dilantik oleh Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun pada 12 Maret 2022 di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua.
“Sesuai AD/ART, musyawarah besar dilaksanakan setiap tiga tahun. Namun karena agenda Pilkada Gubernur, pelaksanaannya mundur sekitar sembilan bulan dan baru digelar setelah pelantikan gubernur definitif,” jelasnya.
Menurut Junaedy, Mubes II ini juga menjadi forum pemilihan Sekretaris Jenderal Forkom LKN Papua periode 2025–2028. Ia mengungkapkan, pada Mubes I keanggotaan Forkom LKN Papua berjumlah 25 kerukunan atau paguyuban tingkat provinsi, terdiri dari kerukunan adat dan non-adat yang telah memiliki legalitas anggaran dasar dan SK Kemenkumham.
“Forkom LKN Papua merupakan representasi dari masing-masing kerukunan yang berkolaborasi, dengan jumlah pengurus sekitar 120 orang,” katanya.
Ia juga memaparkan sejarah Forkom LKN Papua yang bermula pada 2008 sebagai forum nonformal silaturahmi untuk membahas persoalan sosial di Tanah Papua. Seiring waktu, jumlah kerukunan terus bertambah. Pada Mubes II ini, keanggotaan Forkom LKN Papua diproyeksikan mencapai 31 kerukunan besar dari Sabang sampai Merauke.
Dalam kesempatan tersebut, Junaedy Rahim menegaskan komitmen Forkom LKN Papua mendukung penuh pemerintahan Gubernur Matius D Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen.
“Kami 31 kerukunan besar siap membantu bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan demi terwujudnya Papua Cerah dan Damai di Tanah Papua,” tegasnya.
Forkom LKN Papua juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyediaan fasilitas sekretariat. Menurut Junaedy, keberadaan sekretariat sangat penting untuk menunjang peran Forkom LKN Papua dalam menangani persoalan sosial kemasyarakatan, konflik sosial, hingga persoalan budaya dan keamanan.
Ketua LMA Port Numbay, George Awi, mengapresiasi pelaksanaan Mubes II Forkom LKN Papua yang dinilai sejalan dengan semangat masyarakat adat dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Ia berharap Forkom LKN Papua terus menjadi perekat sosial di Tanah Papua dan mendapat dukungan fasilitas sekretariat yang representatif dari pemerintah daerah.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, disampaikan bahwa Mubes II Forkom LKN Papua bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan ruang kebangsaan untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan Tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Forkom LKN Papua memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial, merawat toleransi, dan memperkuat persaudaraan lintas suku, adat, budaya, dan agama,” ujar Aryoko Rumaropen.
Ia menegaskan bahwa kemajemukan Papua adalah kekayaan yang harus dikelola dengan bijaksana agar tidak menjadi sumber konflik, melainkan energi sosial untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan harmonis.
Menutup sambutannya, Gubernur Papua berpesan agar Forkom LKN Papua terus menjaga kebersamaan dan persatuan. “Tidak boleh ada perpecahan. Persatuan dan keutuhan NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (bat)















