Disdikbud Biak Numfor Perkuat Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah YPK

Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Focus Group Discussion (FGD) peningkatan kapasitas manajerial kelembagaan YPK di Biak. (Foto : Yuni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Biak Numfor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Focus Group Discussion (FGD) peningkatan kapasitas manajerial kelembagaan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Biak, Kamis (18/12/2025).

Bimtek dan FGD ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, serta perwakilan pengurus Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas manajerial kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja guru di lingkungan sekolah YPK.

Kepala Disdikbud Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd, mengatakan FGD dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk mendorong peningkatan kinerja dan mutu pendidikan di sekolah-sekolah YPK. Menurutnya, YPK memiliki peran signifikan dalam sistem pendidikan di Biak Numfor.

“Dari total sekolah yang ada di Kabupaten Biak Numfor, sekitar 35 persen merupakan sekolah YPK. Untuk SD terdapat 74 dari 167 sekolah, SMP 6 dari 56 sekolah, SMA 4 dari 17 sekolah, dan SMK 2 dari 8 sekolah,” jelas Kamaruddin.

Ia menegaskan, Disdikbud memberikan ruang dan kehormatan kepada YPK untuk mengusulkan calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan. “Silakan YPK mengajukan calon kepala sekolah yang layak, nanti akan kita proses bersama sesuai ketentuan untuk diangkat menjadi kepala sekolah,” ujarnya.

Selain peningkatan manajerial, Kamaruddin juga menekankan pentingnya pengelolaan data pendidikan yang akurat di sekolah-sekolah YPK. Ia mengungkapkan masih ditemukan ketidaksesuaian data siswa antara Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan data penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Masih ada data siswa yang belum valid, misalnya tidak memiliki NIK. Hal-hal seperti ini harus dibenahi. Melalui Bimtek dan FGD ini, kami berharap sekolah YPK dapat memperbaiki validasi data sehingga berdampak pada peningkatan dana BOS,” katanya.

Kamaruddin menyebutkan, pada tahun 2025 total dana BOS yang diterima sekolah-sekolah YPK di Biak Numfor mencapai sekitar Rp14,8 miliar. Jumlah tersebut berpotensi meningkat apabila seluruh data siswa tervalidasi dengan baik pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Kabupaten Biak Numfor, Daniel Rumanasen, menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud atas inisiatif dan kebijakan pembinaan teknis bagi sekolah-sekolah YPK.
“Kami di DPRK mendukung penuh langkah Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah YPK,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah III sekaligus Koordinator YPK Wilayah III Biak Numfor dan Supiori, Pdt. Michael Kapisa, M.Si., TEOL. Ia berharap kegiatan Bimtek dan FGD ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan pendidikan YPK.

“Kami mengapresiasi sinergi yang dibangun Dinas Pendidikan untuk memajukan YPK, baik dari sisi kelembagaan, tenaga pendidik, maupun peserta didik. Evaluasi ini penting, terlebih dalam menghadapi berbagai regulasi baru pemerintah,” pungkasnya. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *