IKEMAL Tanah Papua Rayakan Natal 2025, Wagub Papua Ajak Warga Jadi Pembawa Damai

Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen bersama Ketua Umum IKEMAL di Tanah Papua Christian Sohilait dalam perayaan Natal IKEMAL di Tanah Papua di Hotel Suni Abepura, Sabtu, 20 Desember 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua menggelar Perayaan Natal 2025 yang berlangsung khidmat di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025). Perayaan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan, serta meneguhkan nilai-nilai kekeluargaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Perayaan Natal IKEMAL dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (Forkom LKN) Papua yang juga Anggota DPR Papua Junaedi Rahim, Ketua Umum HKJSM di Tanah Papua H. Sarminanto, para pimpinan paguyuban nusantara dan adat, tokoh masyarakat, serta sesepuh IKEMAL di Tanah Papua.

Natal IKEMAL 2025 mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dengan subtema “Melalui Natal Katong Wujudkan Cinta deng Kasih, Seng Lia Ale Kurang deng Beta Pung Labe”. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang berlangsung penuh hikmat.

Ketua Umum IKEMAL di Tanah Papua, Christian Sohilait, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, IKEMAL di Tanah Papua menghadapi berbagai dinamika, khususnya terkait agenda politik daerah yang telah usai. Ia mengajak seluruh warga Maluku di Tanah Papua untuk tidak melihat kekurangan satu sama lain, melainkan menonjolkan kelebihan demi menjaga persatuan.

“Karena Pilkada sudah selesai, jangan lihat orang pun ya kekurangan, tapi mari kita lihat orang punya kelebihan. Ini sejalan dengan tema Natal kita,” ujar Christian Sohilait.

Ia juga menyampaikan bahwa perayaan Natal 2025 ini menjadi Natal terakhir di masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum IKEMAL di Tanah Papua selama lima tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar seluruh warga Maluku di Tanah Papua senantiasa menjaga kerukunan dan keharmonisan keluarga.“Kita jaga kerukunan kita dan jaga keluarga kita,” pesannya.

Memasuki tahun 2026, Christian Sohilait berharap seluruh warga Maluku di Tanah Papua dapat terus berprestasi dan menjadi teladan di bidang masing-masing. Menurutnya, dengan bekerja dan melayani secara baik, warga Maluku akan turut memuliakan Tuhan melalui karya dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.

“Atas nama warga Maluku di Tanah Papua, saya menyampaikan selamat merayakan Natal 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh keluarga besar IKEMAL di Tanah Papua.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam kehidupan sosial, tempat tumbuhnya nilai iman, kasih, toleransi, dan kepedulian.

Subtema Natal IKEMAL dinilai mencerminkan kearifan lokal Maluku yang sarat makna persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menerima dalam kasih yang tulus. Gubernur Papua mengajak seluruh warga IKEMAL untuk menjadikan kasih sebagai dasar dalam setiap relasi sosial serta menjadi pembawa damai di tengah perbedaan.

“Pemerintah Provinsi Papua terus berkomitmen mewujudkan visi Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis melalui Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Peran keluarga dan organisasi kemasyarakatan seperti IKEMAL sangat strategis dalam mendukung pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Natal IKEMAL, para tokoh agama, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga perayaan Natal dapat berlangsung dengan lancar dan penuh makna.

Ketua Panitia Natal IKEMAL di Tanah Papua, Stanley Sumeisey, bersyukur pelaksanaan Natal IKEMAL berjalan lancar meskipun persiapan hanya dilakukan dalam waktu tiga hari. Menurutnya, tema dan subtema Natal memberikan pesan mendalam bagi warga Maluku untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial di Tanah Papua.

“Perayaan Natal ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap bersatu, saling mengasihi, dan bergandengan tangan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tanah rantau,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *