JAYAPURA, Papuaterkini.com — Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan refleksi akhir tahun 2025 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 dengan penuh rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan serta komitmen memperkuat kesejahteraan masyarakat Papua.
Gubernur Papua menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Papua menunjukkan tren kemajuan positif di berbagai indikator pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada triwulan III tahun 2025 tercatat mencapai 4,21 persen, tertinggi di wilayah Papua. Sementara itu, tingkat inflasi tetap terkendali pada 2,51 persen (year on year) dengan inflasi November 2025 sebesar 0,08 persen.
“Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Papua yang semakin membaik di tengah dinamika nasional dan global,” ujar Gubernur Papua.
Di sektor kesehatan, angka Harapan Hidup masyarakat Papua mencapai 70,77 tahun. Meski demikian, prevalensi stunting masih berada pada angka 28,6 persen, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus ditekan melalui intervensi yang terarah dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua juga berhasil meraih TPID Award 2025, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Selain itu, penguatan tata kelola pemerintahan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik serta upaya pemerataan pembangunan antarwilayah di Tanah Papua.
Fokus Pembangunan 2026: Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua menetapkan visi pembangunan “Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni”, dengan sejumlah prioritas strategis, antara lain: Penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel, Peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua yang unggul dan inklusif, Penurunan angka kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial, Pemantapan keamanan dan kedamaian daerah, Pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah, enguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Pemprov Papua mengembangkan program cetak sawah, termasuk pembangunan kawasan pertanian seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, serta pengembangan sektor peternakan, penyediaan sarana produksi pertanian, dan penguatan pascapanen.
Di bidang kesehatan dan sosial, pemerintah terus meningkatkan pelayanan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan layanan ibu dan anak, serta penyiapan program Kartu Kasih bagi ibu hamil dan jaminan sosial bagi lanjut usia.
Program mudik gratis Natal dan Tahun Baru juga kembali dilaksanakan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas dukungan berbagai program strategis nasional, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, Koperasi Merah Putih, layanan cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit vertikal, serta sekolah rakyat.
Menutup refleksi akhir tahun, Gubernur Papua mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Papua akan terus melangkah maju dengan semangat persatuan dan kasih. Mari kita jadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama menuju Papua yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan duka cita atas berbagai musibah yang terjadi sepanjang tahun 2025, termasuk kecelakaan laut di Kabupaten Kepulauan Yapen, serta mengajak seluruh masyarakat untuk saling mendoakan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. (bat)















