Pemilik Hak Ulayat Palang SDN Inpres Yoka dan SMPN 7 Jayapura, Aktivitas Belajar Terganggu

Pemilik hak ulayat memalang dua sekolah di Yoka, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Inpres Yoka dan SMP Negeri 7 Jayapura terganggu setelah pemilik hak ulayat melakukan pemalangan gedung sekolah, Senin (12/1/2025).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan penyelesaian hak ulayat atas lahan yang hingga kini dinilai belum mendapat kejelasan dari pemerintah dan instansi terkait.

Pemilik hak ulayat menutup akses masuk ke gedung dan ruang kelas dengan memasang palang serta papan pemberitahuan. Akibatnya, guru dan siswa tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.

Salah satu perwakilan pemilik ulayat, Aser Mebri, mengatakan bahwa pemalangan terpaksa dilakukan karena berbagai upaya permintaan kejelasan hak atas tanah telah dilakukan, namun belum memperoleh respons dan solusi yang jelas.

“Kami pemilik ulayat bukan pengemis, kami hanya menuntut hak kami yang sudah puluhan tahun belum diselesaikan,” tegas Aser Mebri di lokasi.

Meski melakukan pemalangan, pihak pemilik ulayat menegaskan tidak bermaksud menghambat dunia pendidikan. Mereka berharap pemerintah Kota Jayapura dan dinas terkait segera memberikan perhatian serius dan menyelesaikan persoalan tersebut secara adil.

“Kami tidak ingin mengganggu anak-anak sekolah, tetapi ini adalah tanah adat kami. Kami minta ada penyelesaian yang jelas,” tambahnya.

Mereka juga menegaskan bahwa palang tidak akan dibuka sebelum ada kejelasan dan tindak lanjut nyata dari pemerintah.

Sementara itu, salah satu guru SD Negeri Inpres Yoka membenarkan adanya pemalangan tersebut. Ia menyebutkan bahwa untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan demi keamanan dan kelancaran proses selanjutnya.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan segera turun tangan memfasilitasi dialog antara pemilik hak ulayat dan pihak terkait agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Hingga berita ini diturunkan, pemalangan masih berlangsung dan belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Warga sekitar berharap persoalan ini segera diselesaikan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kampung Yoka dan sekitarnya. (*/bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *