JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu (17/1/2026).
Pembangunan Kampung Bahari Nusantara itu, dijadwalkan mulai berlangsung pada Februari 2026.
Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR, mengatakan kerja sama ini bertujuan mengembangkan wilayah pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui konsep nelayan modern.
“Masyarakat pesisir di Tanah Papua harus dibangkitkan dan menjadi role model sebagai nelayan modern. Kampung Bahari Nusantara ini kami rancang untuk meningkatkan ekonomi nelayan secara langsung,” ujar Werijon.
Dalam konsep Kampung Bahari Nusantara, lanjut Werijon, akan dibangun sejumlah fasilitas penunjang, seperti cold storage, pabrik es, serta tempat pelelangan ikan (TPI) yang terhubung langsung dengan aktivitas nelayan di laut. Dengan sistem tersebut, nelayan dapat langsung menjual hasil tangkapan dan memperoleh pendapatan secara cepat.
“Nelayan bisa langsung mendapatkan take home pay secara tunai, lalu membawa pulang hasil kerja mereka untuk keluarga. Kami mohon doa dan dukungan agar kerja sama ini berjalan lancar, sehingga Papua sebagai provinsi kepulauan bisa menjadi role model nasional,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sarmi Dominggus Catue menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai pembangunan Kampung Bahari Nusantara sangat relevan dengan potensi kelautan yang dimiliki Kabupaten Sarmi.
“Sarmi memiliki potensi laut yang sangat besar. Kami mengapresiasi kerja sama pembangunan Kampung Bahari Nusantara ini dan berharap bisa berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Bupati Catue.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas seperti cold storage akan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperluas akses pasar.
Bupati Catue juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh program tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami sudah menandatangani kerja sama dan pembangunan akan dimulai Februari 2026. Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar program ini berjalan baik, demi kemajuan Papua dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sarmi,” pungkasnya. (bat)















