JAYAPURA, Papuaterkini.com – DPD I Partai Golkar Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Aula Kantor Partai Golkar Papua, Kota Jayapura, Kamis (29/1/2026). Rakorda ini menjadi momentum konsolidasi organisasi menyusul instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan tindak lanjut hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).
Sebelum Rakorda, Sekretaris DPD I Partai Golkar Papua Max R. Krey membacakan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar tentang susunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Provinsi Papua periode 2026–2031 di bawah kepemimpinanMatius D. Fakhiri.
Ketua DPD I Partai Golkar Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa Rakorda digelar sebagai bentuk pelaksanaan instruksi DPP serta penegasan terhadap status demisioner ketua-ketua DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Papua, seiring dengan pembagian SK Pelaksana Tugas (PLT).
“Hari ini saya bertemu seluruh pengurus. Apa yang sudah disampaikan Sekretaris agar diteruskan kepada seluruh kader Golkar yang belum hadir, sehingga semua memahami bahwa setelah Rakorda ini, dengan pembagian SK dan tugas sesuai timeline, kita harus segera bekerja dan berlari hingga akhir Februari,” ujar Fakhiri.
Fakhiri mengajak seluruh kader Golkar untuk terus bersyukur dan memperkuat soliditas partai di Tanah Papua. Ia menggunakan analogi padi yang menguning dan pohon beringin sebagai simbol harapan kebangkitan dan kekuatan Golkar di Papua.
“Tanah Papua padinya mulai menguning. Mudah-mudahan bukan hanya padi, tetapi pohon beringin juga tumbuh dan mengakar kuat. Gubernur dan para bupati sebagian besar adalah kader Golkar. Karena itu, Golkar harus hadir dan dirasakan di seluruh wilayah,” tegasnya.
Menurut Fakhiri, Rakorda difokuskan pada penguatan konsolidasi kader, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika politik daerah. Ia menekankan agar agenda konsolidasi tersebut dipercepat dan dilaksanakan secara terstruktur.
Ia memaparkan sejumlah poin penting hasil Rapimnas yang menjadi pedoman Rakorda, antara lain penguatan soliditas internal, restrukturisasi organisasi, serta percepatan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, kampung, dan desa.
“Saya minta Musda ini segera dilakukan oleh seluruh PLT yang ditunjuk. Fokus ini tidak bisa ditawar. Dalam dua minggu ke depan, Musda harus sudah berjalan,” tegasnya.
Selain itu, Fakhiri juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi kemasyarakatan pendiri dan yang didirikan Golkar seperti SOKSI, MKGR, dan Kosgoro 1957, serta pengaktifan organisasi sayap partai, di antaranya AMPI, AMPG, dan KPPG.
“Kita harus membuat Golkar benar-benar nampak di Tanah Papua. Setiap kegiatan gubernur, kader Golkar di kabupaten/kota harus hadir menggunakan seragam Golkar. Tidak perlu menunggu perintah,” ujarnya.
Rakorda tersebut diharapkan mampu menyatukan visi pengurus dari tingkat pusat hingga akar rumput, sekaligus memperkuat kesiapan Partai Golkar Papua dalam menghadapi agenda politik ke depan. (bat)















