JAYAPURA, Papuaterkini.com – Permainan rakyat domino resmi naik kasta menjadi ajang prestisius nasional. Turnamen Cenderawasih Papua Cup National Domino Tournament 2026 dipastikan siap digelar dengan tingkat kesiapan mencapai 99 persen.
Event spektakuler dan bersejarah ini akan berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di GOR Waringin Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua, H. Supriadi Laling, SAP, menegaskan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Total peserta mencapai 1.216 orang atau 608 pasang, yang terbagi dalam dua kelas utama, yakni kelas umum dan kelas eksekutif.
“Untuk kelas umum diikuti 512 pasang atau 1.024 orang, sementara kelas eksekutif diikuti 96 pasang atau 192 orang, yang terdiri dari pejabat, pimpinan daerah, serta ketua-ketua pengurus PORDI dan gardu,” ujar Supriadi kepada Papuaterkini.com, Kamis (6/2/2026).
Turnamen nasional ini diikuti peserta dari berbagai wilayah di Papua dan luar Papua. Dari Tanah Papua, peserta berasal dari 8 kabupaten dan 1 kota di Papua, Timika dan Nabire (Papua Tengah), Sorong dan Manokwari (Papua Barat), serta Merauke (Papua Selatan). Sementara dari luar Papua, peserta terkonfirmasi datang dari Sulawesi Selatan dan Gorontalo.
“Peserta dari luar Papua sudah memastikan kehadiran dan siap bertanding. Ini bukti bahwa domino benar-benar mendapat tempat sebagai olahraga prestasi,” tegasnya.
Supriadi yang juga Wakil Ketua III DPR Papua ini menekankan, turnamen ini akan menjadi sejarah baru bagi olahraga domino di Indonesia. Untuk pertama kalinya, 1.024 orang bertanding secara bersamaan dalam satu ruangan, menjadikan Cenderawasih Papua Cup sebagai turnamen domino terbesar dan paling spektakuler yang pernah digelar di Papua.
“Domino selama ini dikenal sebagai permainan hiburan rakyat. Namun pada 7 Februari 2026, domino resmi naik kelas menjadi olahraga kompetitif nasional yang layak ditunggu dan dibanggakan,” katanya.
Tak main-main, panitia menyiapkan total hadiah Rp 335 juta. Untuk kelas umum, juara pertama berhak membawa pulang Rp 80 juta, juara kedua Rp 60 juta, juara ketiga Rp 40 juta, dan juara keempat Rp 20 juta. Juara 5–8 masing-masing Rp 5 juta, juara 9–12 Rp 2,5 juta, serta juara 17–32 memperoleh Rp 1 juta.
Sementara itu, kelas eksekutif menawarkan hadiah juara pertama Rp 35 juta, juara kedua Rp 20 juta, juara ketiga Rp 15 juta, dan juara keempat Rp 9 juta, ditambah hadiah hiburan lainnya.
Dari sisi teknis pertandingan, kelas umum akan menjalani 13 kali pertandingan, sedangkan kelas eksekutif 5 kali pertandingan. PORDI Papua juga menyiapkan 24 wasit nasional serta Majelis Perselisihan Sengketa (MPS) guna menjamin profesionalisme dan sportivitas turnamen.
Pembukaan turnamen dijadwalkan dihadiri langsung Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PORDI, serta telah dikonfirmasi kehadiran Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen, bersama unsur Forkopimda Papua.
“Ini bukan sekadar turnamen, tapi momentum kebangkitan olahraga domino Indonesia yang dimulai dari Papua,” pungkas Supriadi. (bat)















