JAYAPURA, Papuaterkini.com – H. Supriadi Laling, SAP resmi memimpin Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua periode 2025–2028.
Ia bersama jajaran pengurus dilantik langsung oleh Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Jumat (6/2/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi pengusaha muda Papua untuk memperkuat kolaborasi, mendorong investasi, serta menggerakkan perekonomian daerah di tengah tantangan fiskal pasca pembentukan daerah otonom baru (DOB).
Dorong Kolaborasi dan Kewirausahaan Papua
Dalam sambutannya, Supriadi Laling menyampaikan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai dari bawah. Hingga usia 39 tahun, ia menekankan pentingnya pembelajaran, jejaring, dan peran mentor dalam membangun usaha berkelanjutan.
“Kehadiran kita semua hari ini adalah bentuk dukungan, semangat, dan komitmen bersama untuk memajukan kewirausahaan di Provinsi Papua. HIPMI hadir sebagai mitra kolaborasi dan sinergi pemerintah,” ujar Supriadi.
Ia menyoroti kondisi fiskal Papua dengan APBD sekitar Rp1,3 triliun dan PAD sekitar Rp500 miliar. Menurutnya, situasi tersebut menuntut peran aktif pengusaha muda untuk mendorong investasi dan memperkuat PAD.
“HIPMI Papua memiliki spektrum usaha dari kecil hingga besar. Kami berharap pemerintah daerah dan KEPP Otsus Papua dapat berkolaborasi dan bersinergi membangun Papua,” tegasnya.
Usai pelantikan, HIPMI Papua akan melaksanakan Diklatda dan rapat kerja organisasi. Sejumlah agenda strategis telah menanti, termasuk business matching dengan PLN dan Pertamina, serta kerja sama dengan perbankan untuk kemudahan akses kredit usaha melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Ada dua kunci kesuksesan: negosiasi dan komitmen. Setelah dipercaya, kita harus membuktikan layak menerima kepercayaan itu,” tambah Supriadi.
BPP HIPMI: SDM Jadi Kunci
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menilai kepengurusan HIPMI Papua sebagai representasi masa depan ekonomi Papua. Ia menekankan bahwa pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
“HIPMI Papua harus menjadi pemain utama agar perputaran ekonomi terjadi di Papua. Jangan sampai anak-anak Papua hanya menjadi penonton,” ujarnya, seraya mengajak pengusaha muda Papua meningkatkan kapasitas dan daya saing.
KEPP Otsus Ajak Perkuat Investasi
Ketua KEPP Otsus Papua, Dr. Velix F. Wanggai, menyebut pelantikan BPD HIPMI Papua sebagai tonggak penting penguatan peran pengusaha muda dalam pembangunan daerah. Meski APBD menghadapi tantangan efisiensi, ia menegaskan peningkatan PAD dan investasi menjadi kunci.
“Kami mengajak HIPMI Papua berkolaborasi. Dalam waktu dekat akan disiapkan MoU percepatan pembangunan Papua, termasuk program kampung nelayan Merah Putih dan dapur SPPG di Tanah Papua,” kata Velix.
Ketua Panitia Pelantikan, Yermias Yanggo Wouw, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan konsolidasi internal HIPMI Papua. Tema kegiatan mengusung filosofi kebersamaan masyarakat Papua bahwa ekonomi yang kuat lahir dari sinergi pengusaha muda, pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh elemen daerah.
Ia berharap HIPMI menjadi ladang pengabdian, penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan motor pengungkit ekonomi wilayah berbasis potensi Papua. (bat)















