Selekda Boxing Cup, Pertina Tegaskan Tinju Papua Masih Eksis

Plt Ketua Umum Pengprov Pertina Papua Septinus Yerisetouw didampingi Plt Sekretaris Umum Pengprov Pertina Papua, Galang Puja Purboyo dan Ketua Panitia Selekda Boxing, Rosario Renwarin dan Sesepuh Tinju Papua dalam pers conference, Sabtu, 7 Februari 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pengurus dan panitia Seleksi Daerah (Selekda) cabang olahraga tinju Papua memastikan kesiapan menggelar Selekda Pace Boxing Cup Papua Cerah 2026 yang direncanakan berlangsung pada akhir Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program olahraga Pemerintah Provinsi Papua serta membangkitkan kembali kejayaan tinju Bumi Cenderawasih.

Ketua Panitia Selekda Boxing Cup I Rosario Renwarin Kami mengatakan, panitia telah menggelar rapat koordinasi bersama insan tinju dan tokoh-tokoh tinju Papua. Dari hasil pertemuan tersebut, telah tercapai kesepakatan serta penetapan nama-nama yang terlibat dalam kepanitiaan.

“Rapat koordinasi sudah kami lakukan bersama rekan-rekan tinju dan para tokoh tinju Papua. Nama-nama sudah masuk dan kami siap bekerja mempersiapkan Selekda Pace Boxing Papua Cerah untuk mendukung program Gubernur Papua,” ujar Rosario.

Ia menegaskan, Selekda ini menjadi agenda penting bagi panitia Selekda Provinsi Papua, khususnya cabang olahraga tinju, sebagai langkah awal pembinaan atlet menuju kejuaraan nasional.

Plt Ketua Umum Pengprov Pertina Papua, Septinus Yerisetouw, S.Sos, M.Pd, AIFO, menyampaikan apresiasi atas soliditas panitia pelaksana yang telah menggelar pertemuan kedua dalam rangka persiapan Selekda.

“Sebagai Plt Ketua Pertina Papua, saya berterima kasih atas pertemuan sore ini. Pertina masih ada dan tetap eksis. Para sesepuh tinju Papua masih ada, seperti Simon Rumkabu yang pernah tampil di PON VII Surabaya, saya sendiri juga pernah ikut PON, Pak Alfred sebagai wasit nasional dan internasional, serta Pak Benny Maniani,” ungkapnya.

Septinus menegaskan, Pertina Papua berkomitmen terus menggelar kegiatan tinju secara berkelanjutan. Dalam Selekda Maret 2026 nanti, Pertina juga akan melaksanakan pelatihan pelatih, wasit, dan hakim tinju sebagai bagian dari regenerasi SDM olahraga tinju Papua.

“Dalam kalender nasional, kita juga akan menghadapi PON Beladiri yang direncanakan pada Juli 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, kami juga mempersiapkan Musyawarah Olahraga Pertina dalam waktu dekat,” jelasnya.

Tokoh tinju Papua Simon Rumkabu turut menyuarakan semangat kebangkitan Pertina Papua. Ia menegaskan bahwa organisasi tinju tertua di Indonesia tersebut tidak pernah mati.

“Saya bersuara lagi, Pertina tidak mati. Pertina masih ada. Mari bergabung dengan Pertina untuk Indonesia Jaya, Papua Jaya, Indonesia Jaya,” tegas Simon.

Sementara itu, perwakilan Kepelatihan Pertina Kota Jayapura, Irianto Pakombong, SH, MH, mengapresiasi langkah panitia Selekda yang dinilai strategis dalam membangun kembali sistem pertandingan dan perwasitan di Papua.

“Ini momen yang sangat bagus. Saya berharap Selekda ini bisa menghasilkan petinju-petinju berkualitas, terutama menyiapkan wasit dan hakim tinju yang saat ini masih sangat kurang. Kami berharap daerah-daerah bisa mengikutkan peserta pelatihan, khususnya yang berusia di bawah 40 tahun agar Pertina tetap eksis,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh insan tinju Papua untuk bersatu membangkitkan kembali kejayaan tinju seperti masa lalu dan menatap masa depan yang lebih baik.

Plt Sekretaris Umum Pengprov Pertina Papua, Galang Puja Purboyo, menambahkan bahwa legenda-legenda tinju Papua menjadi sumber inspirasi dalam membangun generasi emas tinju Papua.

“Legenda tinju Papua, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang, menjadi spirit bagi kita semua untuk menyongsong generasi Papua emas dan Papua Cerah. Kami diberi amanah oleh PB Pertina untuk melakukan penjaringan ketua baru serta menggelar Selekda demi menciptakan atlet generasi emas,” ujarnya.

Menurut Galang, pembenahan sistem, infrastruktur, dan sumber daya manusia menjadi kunci kebangkitan tinju Papua ke depan. Ia optimistis dengan dukungan para tokoh dan insan tinju, kejayaan tinju Papua akan kembali terulang mulai 2026 dan seterusnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *