JAYAPURA, Papuaterkini.com – Persaingan sengit mewarnai Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026 yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pengprov PORDI) Papua.
Pada kelas umum, pasangan Rahman Noncy–Randi dari Gardu Blade Domino Community sukses keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan pasangan Irwanto–Akmal dari Gardu 168 Timika melalui laga dramatis dan menegangkan.
Final yang berlangsung ketat itu menyajikan duel strategi tingkat tinggi. Rahman Noncy–Randi sempat unggul lebih dulu dengan meraih dua poin pada permainan pertama dan satu poin pada gim kedua. Namun, Irwanto–Akmal bangkit pada permainan ketiga dengan membalikkan keadaan dan merebut tiga poin hingga skor imbang 3-3.
Momentum berlanjut ke pasangan Irwanto–Akmal yang kembali mengamankan dua poin pada permainan keempat dan satu poin pada permainan kelima, membuat mereka unggul 6-3. Tertinggal tiga poin, pasangan asal Belakang Bioskop Dewi (Blade) itu langsung mengubah strategi permainan.
Perubahan taktik tersebut berbuah hasil. Rahman Noncy–Randi perlahan mengejar ketertinggalan dengan merebut masing-masing satu poin pada permainan keenam dan ketujuh hingga menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Kepercayaan diri kian meningkat, Rahman Noncy–Randi akhirnya menutup laga dengan kemenangan tipis 7-6, sekaligus memastikan gelar juara.
Atas capaian tersebut, Rahman Noncy–Randi berhak membawa pulang hadiah Rp80 juta, sementara Irwanto–Akmal sebagai juara kedua menerima Rp60 juta.
Hasil Lengkap Kelas Umum
Posisi ketiga diraih pasangan Thamrin–Sukardi dari Gardu LDC setelah mengalahkan Niko–Eli dari Gardu DPR Papua dengan skor 7-2. Thamrin–Sukardi memperoleh Rp40 juta, sedangkan Niko–Eli menerima Rp20 juta.
Peringkat 5–8 masing-masing menerima Rp5 juta, diraih oleh pasangan Sofyan–Taufik (Gardu 168 Timika), Zulkarnaen–Maluddan (Gardu SCDC), Pattakia–Baso Amir (Gardu Ansel), dan Rusman–Samsir (Gardu EDC).
Juara 9–16 yang masing-masing mendapatkan Rp2,5 juta antara lain Sahril–Sodong (Gardu Ansel), Tajudin–Askar (Gardu Ankomes Khembili), Fadli–Fajri (Gardu Yakuza), Mustang–Sukardi (Gardu LDC), Nanang Wiranto–Bacri Ivni (Gardu EDC), Simon Sapan–Syahrul (Gardu DVC), Soli–Tenly Ondi (Gardu Rajawali), dan Joni M–Irawanto (Gardu Balle 17).
Sementara peringkat 17–32 menerima Rp1 juta per pasangan, di antaranya Yusuf–Nasir, Musa–Imran (Gardu DCC), Fandi–Andi Arsyad (Gardu FDC), Irwan–Jess (Gardu Mandala), Erik–Dg Nassa (Gardu DCC), Hairil–Mukmin (Gardu FDC), Arjun–Wiwin (Gardu Nusantara), H Jufri–H Wagfir (Gardu Nusantara), Samsul–Riswandi (Gardu LDC), Rahman–Tamsir (Gardu Nusantara), Yustinus–Robert Ondi (Gardu Rajawali), Masbal–Asdar (Gardu Blade), Syamsudin–M Saleh (Gardu Natuna Biak Utara), Yusuf–Hamzah (Gardu Blade), H Abdul Rajab–Asdar (Gardu Nusantara), serta Jamal–Mansur (Gardu 168 Timika).

Kelas Eksekutif
Pada kelas eksekutif, pertandingan tak kalah seru. Pasangan Sahrul–Muh Ikbal dari Gardu DCC keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan Rustam–Rifki dari Gardu Jalur 2 Biak dengan skor telak 7-1.
Sahrul–Muh Ikbal meraih hadiah Rp35 juta, sedangkan Rustam–Rifki membawa pulang Rp20 juta. Posisi ketiga diraih Taufik–Muh Iryanto dengan hadiah Rp15 juta, disusul Sudirman–Ahmad di peringkat keempat yang menerima Rp9 juta.
Apresiasi dan Harapan
Ketua Umum Pengprov PORDI Papua, H Supriadi Laling, SAP, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026, meski pelaksanaan sempat mundur satu hari.
“Juara satu dari Gardu Blade dan juara dua dari Gardu 168 Timika. Ini membuktikan bahwa kemenangan ditentukan oleh strategi,” ujarnya.
Menurut Supriadi, turnamen ini menjadi bukti kesiapan PORDI Papua menggelar event nasional dengan total hadiah mencapai Rp335 juta, sekaligus menjadi ajang pembinaan atlet domino Papua.
“Selama ini domino identik dengan Sulawesi Selatan. Namun turnamen ini membuktikan Papua tidak kalah. Atlet asli Papua mampu menembus semifinal. Ke depan, kami berharap lahir atlet-atlet domino Papua yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.
Ketua Pengda PORDI Kabupaten Jayapura, Jhoni Lumbaa, SH turut mengapresiasi pelaksanaan turnamen ini sebagai ajang mengasah kemampuan atlet domino dari berbagai Keluarga Domino Unggul (Gardu) di Papua.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Nasional Domino Cenderawasih Papua Cup 2026, Cintiya Ruliani Talantan, SKM, MH, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas dukungan sehingga turnamen berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang dan kalah itu biasa. Yang terpenting, kita menjaga sportivitas dan nama baik PORDI Papua,” pungkasnya. (bat)















