Disaksikan KEPP Otsus Papua, Uncen Resmi Kerjasama dengan Investor Tambang

Rektor Uncen Jayapura, DR Oscar O. Wambrauw, SE, M.Sc.Agr, bersama penanggung jawab PT Cenderawasih Bara Energi dan PT Papua Bara Bersama, Yunarto menandatangani kerjasama yang disaksikan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH dan Yanni, SH, MH, M.Sos di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 11 Februari 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura resmi menjalin kerja sama dengan dua investor tambang, yakni PT Cenderawasih Bara Energi dan PT Papua Bara Bersama.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di sela-sela Rapat Kerja Uncen Jayapura di Hotel Suni Garden Lake, Sentani, Rabu (11/2/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Uncen Jayapura, DR Oscar O. Wambrauw, SE, M.Sc.Agr, bersama perwakilan sekaligus penanggung jawab PT Cenderawasih Bara Energi dan PT Papua Bara Bersama, Yunarto.

Momen tersebut turut disaksikan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH dan Yanni, SH, MH, M.Sos.

Yunarto menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kolaborasi antara dunia akademik dan industri pertambangan tersebut dapat terwujud.

“Kami berterima kasih kepada Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Bapak Wempi dan Ibu Yanni, karena berkat dukungan beliau kolaborasi sinergi ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini menjadi wadah sinergi yang konkret antara perguruan tinggi dan sektor industri, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Papua.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan sumbangsih bagi Uncen dan Papua menuju Papua yang maju dan mandiri,” tambahnya.

Rektor Uncen Jayapura DR Oscar O. Wambrauw, SE, M.Sc.Agr, bersama penanggung jawab PT Cenderawasih Bara Energi dan PT Papua Bara Bersama, Yunarto dan
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH dan Yanni, SH, MH, M.Sos foto bersama dalam acara Rapat Kerja Uncen Jayapura tahun 2026 di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Rabu, 11 Februari 2026.

Sementara itu, Rektor Uncen, DR Oscar O. Wambrauw menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar tuntutan bisnis, melainkan kemitraan strategis yang memiliki nilai tambah bagi institusi pendidikan dan masyarakat Papua.

“Kerja sama ini bukan sekadar tuntutan bisnis, tetapi menjadi kemitraan strategis yang bernilai bagi Uncen sebagai bagian dari keberlanjutan,” katanya.

Rektor memastikan investasi yang berjalan di sektor pertambangan harus sejalan dengan kepentingan masyarakat Papua, termasuk masyarakat adat, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, Uncen akan berperan sebagai mitra akademik dalam aspek lingkungan, pengawasan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta mendorong investasi yang ramah lingkungan.

“Papua memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Dengan adanya investasi, kita harus tetap menghormati prinsip keberlanjutan dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat adat tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang terlibat aktif dalam pengembangan industri sehingga memperoleh nilai tambah secara ekonomi dan sosial.

Ketua Pokja Kemanusiaan dan Pendidikan KEPP Otsus
Papua, Yanni, SH, MH, M.Sos, mengakui jika kehadirannya diundang secara khusus oleh Uncen Jayapura dalam kegiatan rapat kerja tersebut, yang merupakan bidang tugasnya dalam KEPP Otsus Papua.

Yanni pun sepakat dengan tema Rapat Kerja Uncen Jayapura yakni ‘Transformasi Uncen Menuju Perguruan Tinggi Unggul, Inklusif dan Berdampak’ ini.

Terkait kerjasama Uncen dengan investor tambang, Yanni menyebut bahwa kolaborasi ini sebagai terobosan penting dalam dunia pendidikan dan investasi di Papua yang dilakukan Uncen Jayapura.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Pemerintah memberikan ‘karpet merah’ bagi perguruan tinggi dan lembaga keagamaan untuk bekerja sama dengan investor,” katanya.

Yanni menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam investasi sektor pertambangan akan memperkuat fungsi pengawasan dan pengendalian, sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap sektor tersebut.

“Selama ini kita sering merasa alergi dengan pertambangan. Namun jika perguruan tinggi terlibat, maka pengawasan dan pengendalian bisa dilakukan secara langsung dan lebih transparan,” ujar Yanni, mantan Anggota DPR Papua 4 periode ini.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga telah memiliki dasar regulasi yang jelas, yakni ketentuan peraturan yang memberikan prioritas kepada Perguruan Tinggi dalam pengajuan Izin Usaha Pertambangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025 serta Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2025, termasuk Pasal 20 ayat (1) huruf d, Pasal 24 huruf a ayat (3) dan Pasal 24 huruf c ayat (2) poin b.

Kerja sama antara Uncen dan dua perusahaan tambang tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi akademik–industri yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas SDM, serta pemberdayaan masyarakat adat di Tanah Papua. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *