JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Jemaat GKI Paulus Dok V di Kota Jayapura, Selasa (31/3/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya peran gereja dalam pembangunan di Tanah Papua. Ia menyebut gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
“Kasih Kristus bukan hanya menjadi dasar iman, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya di hadapan jemaat.
Menurut Fakhiri, gereja diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial dengan menghadirkan nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Ia juga menilai usia 71 tahun menjadi bukti ketekunan dan komitmen jemaat dalam melayani Tuhan dan sesama.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan visi “Papua Cerah”, yakni Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Papua yang lebih baik,” ajaknya.
Ketua Majelis Jemaat GKI Paulus Dok V, Fransina Mandowen, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk dukungan moral dan doa bagi pelayanan gereja.
“Di usia ke-71 tahun, kami menyadari bahwa perjalanan pelayanan gereja ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah sebagai mitra strategis kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak diresmikan pada 31 Maret 1955, bertepatan dengan satu abad pekabaran Injil di Papua, GKI Paulus terus berkembang baik secara fisik maupun dalam pertumbuhan iman jemaat.
“Dalam catatan sejarah GKI Paulus, hari ini masih ada bersama kita anak cucu dari hamba-hamba Tuhan pada masa awal pelayanan,” katanya.
Fransina juga menyebut kehadiran Gubernur memiliki makna tersendiri, mengingat Matius D. Fakhiri pernah menjadi bagian dari persekutuan jemaat tersebut.
Sementara itu, Ketua Klasis Port Numbay, Andris Welfianus Tjoe, mengingatkan bahwa gereja tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi harus menjadi tubuh Kristus yang aktif melayani dan merangkul jemaat.
“Kita harus rawat persaudaraan di Tanah Papua dan meningkatkan kesetiaan dalam pelayanan agar berdampak bagi masyarakat,” imbuhnya. (bat)



















