Gedung GPDI Yerusalem Baru Jayapura Masuk Tahap Pemasangan Atap, Ditarget Rampung dan Diresmikan 2027

Proses Paku Atap gedung GPdI Yerusalem Baru, Hanyaan, Entrop, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pembangunan Gedung Gereja GPDI Yerusalem Baru di kawasan Kali Hanyaan, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, terus menunjukkan progres positif.

Memasuki pertengahan 2026, panitia pembangunan resmi memulai tahap pemasangan atap  yang ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026.

Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Doa Syukur dan Seremoni Paku Atap yang dipimpin Ketua Majelis Daerah (MD) GPDI Papua, Pdt. Timotius Dawir, serta dihadiri unsur Forkopimda, tokoh gereja, dan jemaat, Senin (20/7/2026).

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja GPDI Yerusalem Baru, Boy Dawir, mengatakan setelah proses pemasangan atap selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan pekerjaan dinding menggunakan batu.

“Puji Tuhan, hari ini kami sudah masuk tahap pemasangan atap. Target kami Juli sampai Agustus pekerjaan atap selesai, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan batu,” ujar Boy Dawir.

Ketua MD GPdI di Tanah Papua, Pdt Timotius Dawir bersama forkompinda foto bersama usai Paku Atap GPdI Yerusalem Baru, Hanyaan Entrop.

Masih Butuh Dana Rp44 Miliar

Boy mengungkapkan, pembangunan gereja tersebut membutuhkan total anggaran sekitar Rp71 miliar hingga seluruh fasilitas, termasuk gedung utama, pagar, dan area parkir selesai dibangun.

Hingga saat ini, panitia telah menghabiskan sekitar Rp27 miliar, sehingga masih diperlukan tambahan dana sekitar Rp44 miliar.

Meski demikian, ia tetap optimistis seluruh kebutuhan anggaran dapat terpenuhi melalui dukungan jemaat, masyarakat, dan para donatur.

“Saya sangat yakin ini adalah proyek Tuhan. Karena itu saya percaya Tuhan akan membuka jalan untuk memenuhi kekurangan dana yang masih kami butuhkan,” katanya.

Menurut Boy, dukungan nyata terus mengalir dari berbagai pihak. Panitia telah menerima bantuan sekitar 30 ribu batu tela untuk pembangunan lantai satu, lantai dua, balkon, hingga menara gereja. Selain itu, terdapat bantuan 100 sak semen yang turut membantu mengurangi beban biaya pembangunan.

Ibadah bersama mengawali Paku Atap GPdI Yerusalem Baru, Hanyaan Entrop, Kota Jayapura.

Ditargetkan Jadi Gereja GPDI Terbesar di Tanah Papua

Boy menjelaskan, Gedung GPDI Yerusalem Baru nantinya akan menjadi gereja GPDI terbesar di Tanah Papua sekaligus pusat pelayanan dan kegiatan seluruh jemaat GPDI di Provinsi Papua.

Saat ini, GPDI Papua memiliki 52 wilayah (klasis) dengan 372 sidang jemaat, sedangkan di Kota Jayapura terdapat 52 jemaat yang tersebar di lima wilayah pelayanan.

Gedung baru tersebut dirancang mampu menampung sekitar 2.500 jemaat di lantai dua. Jika memanfaatkan lantai satu dan halaman, kapasitasnya dapat mencapai sekitar 5.000 orang saat kegiatan berskala besar.

“Kalau gereja ini sudah selesai, kami tidak perlu lagi menyewa gedung untuk kegiatan-kegiatan besar. Kami sudah memiliki gedung representatif untuk seluruh kegiatan GPDI,” ujarnya.

Panitia menargetkan pembangunan selesai dan dapat diresmikan pada 3 Agustus 2027.
Pembangunan Dimulai Sejak 2021

Boy juga menjelaskan perjalanan pembangunan gereja yang telah dimulai sejak 2021. Sebelumnya, panitia beberapa kali memindahkan lokasi pembangunan karena persoalan sengketa lahan.

Setelah mendapatkan lokasi yang telah memiliki kepastian hukum, pembangunan akhirnya dimulai dan pekerjaan konstruksi berjalan intensif sepanjang 2022 hingga 2024.

Memasuki 2025, aktivitas pembangunan sempat melambat karena dirinya terlibat dalam tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa proyek gereja mangkrak.

Boy membantah isu pembangunan gereja GPdI Yerusalem Baru, Hanyaan Entrop, Jayapura Selatan, Kota Jayapura mangkrak.

“Jadi, tahun 2025, memang kita tidak kerja, nah itu ada yang bilang seolah-olah gedung gereja ini mangkrak dan lain-lain. Jadi, tidak ada kata mangkrak, memang kami saat itu fokus urus PSU Pilgub Papua. Apalagi, kami sebagai Wakil Ketua DPD Partai Demokrat punya kewajibab politik untuk mendukung calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung Partai Demokrat,” tandasnya.

“Pembangunan tidak berhenti. Material atap sudah tersedia 100 persen, rangka plafon sudah lengkap, material elektrikal, kabel hingga cat juga sudah tersedia. Jadi bukan mangkrak, tetapi kami mengatur ritme pekerjaan sesuai kondisi yang ada,” sambungnya.

Ia berharap dukungan jemaat, masyarakat, dan para donatur terus mengalir agar pembangunan gereja dapat selesai sesuai target.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung GPdI Yerusalem Baru, Hanyaan Entrop, Boy Markus Dawir menunjukkan progres pemasangan atap gereja.

Gereja Dinilai Berperan Membangun Karakter Bangsa

Sementara itu, Wakil Ketua MD GPDI Papua, Pdt. Hans Hamadi, menegaskan Majelis Daerah GPDI Papua akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan Gedung GPDI Yerusalem Baru.

Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun bangsa.

“Lembaga yang hingga hari ini masih dipercaya adalah gereja. Gereja dipercaya membantu pemerintah memperbaiki karakter bangsa. Jika jemaat baik, maka keluarga menjadi baik, masyarakat menjadi baik, dan pada akhirnya pemerintah juga akan terbantu,” ujarnya.

Hans mengajak seluruh jemaat terus mendukung pembangunan melalui doa dan partisipasi nyata. Ia optimistis dengan campur tangan Tuhan, pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga gereja tersebut menjadi pusat pelayanan yang representatif bagi seluruh warga GPDI di Tanah Papua. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *