Supriadi Laling Resmi Pimpin Pengprov PORDI Papua

Sekjen PB PORDI, Prof Mansur Achmad melantik Pengprov PORDI Papua periode 2025-2029 di Hotel Suni Abepura, Jumat, 20 Agustus 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – H Supriadi Laling, SAP resmi memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua masa bhakti 2025 – 2029, setelah ia bersama jajaran pengurus dilantik oleh Sekjen PB PORDI, Prof Mansur Achmad di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Jumat, 29 Agustus 2025.

Supriadi Laling didampingi Sekretaris Pengprov PORDI Papua, Haedar Muharrar, Bendahara, Haerul Akbar. Selain itu, ada Wakil Ketua Dipo Wibowo, Prof Saharuddin Ita, Andri Damir.

Ada sejumlah devisi, diantaranya Devisi Kelembagaan, Keanggotaan dan Keolahragaan diketuai Sigit Irmawan, Devisi Kesekretariatan diketuai Satria Guru Pualam, Devisi Perencanaan, Pembinaan dan Pengembangan diketuai Ahmad Yamin.

Devisi Pertandingan dan Perwasitan diketuai Rifly Komarullah, Devisi Bisnis dan Olahraga diketuai H Wagus Hidayat, Devisi Pelatnas dan Humas diketuai Adam Arisoy, Devisi Hubungan Antar Daerah Muhammad Sawir, Devisi Liga Nasional diketuai John Yerisetouw, Devisi Advokasi dan Hukum Lestari Wulandari.

Usai pelantikan, Sejken PB PORDI Prof Mansur Ahmad mengatakan, jika PORDI sudah masuk ke tahun ke 6 dan pada Desember 2025 akan digelar Harlah ke VI PORDI dan bersamaan itu akan digelar Kejurnas VI.

“Dengan dengan dilantiknya pengurus PORDI di Papua ini, kami berharap akan segera melakukan konsolidasi terhadap seluruh Pengurus Daerah (Pengda) yang ada di seluruh Provinsi Papua,” katanya.

Ia berharap kehadiran PORDI di Papua dapat bermanfaat bagi masyarakat Papua. Untuk itu, upaya yang dilakukan adalah mendorong Pengprov PORDI Papua untuk melakukan konsolidasi dan membentuk Pengda di 8 kabupaten dan 1 kota serta membentuk Gabungan Domino Unggul (Gardu), yang akan meramaikan PORDI di Papua, karena hal itu merupakan syarat utama menjadi anggota dan akan diberikan kartu tanda anggota.

“Gardu akan dibentuk pengurus baru ini dilevel kecamatan/distrik dan kelurahan, desa atau kampung. Dan disetiap tempat pun bisa dibentuk Gardu, karena atlet-atlet itu munculnya dari Gardu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PORDI Papua, H Supriadi Laling akan segera akan melakukan konsolidasi organisasi.

“Tentu ini amanah dan tanggungjawab yang berat, tapi kami yakin dengan kerjasama semua pihak dan dukungan support dari eksekutif dan legislatif, saya yakin organisasi ini bisa maju ke depan,” katanya.

Supriadi Laling yang juga Wakil Ketua III DPR Papua ini menegaskan bahwa PORDI bukan organisasi partisipasi, tapi organisasi prestasi dan akurasi/ketepatan.

“Setelah pelantikan ini, sesuai arahan Sekum KONI Papua bahwa salah satu syarat kita daftarkan ke KONI provinsi itu adalah pembentukan kepengurusan minimal di tingkat kabupaten/kota dan sampai hari ini sudah kami keluarkan SK untuk pembentukan kepengurusan Pengda yakni Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, diharapkan pelantikannya bisa dilakukan kolektif satu kali, sehingga dapat mengikuti Kejurnas VI pada Desember 2025,” jelasnya.

Yang lebih penting, imbuh Politisi PKS ini, adalah pembentukan Gardu. Sebab, banyak tempat tongkrongan seperti kafe bisa muncul Gardu.

“Banyak kafe di Kota Jayapura, biasanya mereka main kartu Domino. Tapi selama ini mereka main begitu saja. Harapan kita kehadiran PORDI ini menjadi wadah dan membina mereka. Sebab, syarat 1 Gardu itu ada 10 tim yang dibentuk pengurus kecamatan, kemudian naik ke daerah dan provinsi, sehingga ke depan bukan open turnamen lagi, tapi lebih ke pembinaan Gardu-Gardu tadi, misalnya antara Gardu Polimak dengan Gardu Hamadi dan lainnya,” imbuhnya.

Terkait dengan Domino Open Turnamen memperebutkan Piala Ketua DPR Papua, Supriadi Laling menambahkan jika itu juga memperkenalkan event permainan Domino atau gaplek yang dikelola secara profesional.

“Hari ini sudah mulai teknical meeting yang diikuti 350 tim peserta atau 700 orang, semua aturan disampaikan. Memang kebiasaan selama ini, tidak memungkinkan, tapi saya yakin dengan adanya aplikasi, maka akan memudahkan sangat bertanding. Karena kehadiran PORDI ini menyamakan semua aturan secara nasional, baik dari aturan dan cara tanding serta lainnya,” pungkasnya.

Prof Achmad Mansur mengapresiasi banyaknya peserta pada Domino Open Turnamen yang pertama kali digelar di Papua ini.

“Optimisme saya sangat tinggi. Ini luar biasa dan harapan saya besar terhadap PORDI di Papua, kenapa tidak Kejurnas VII nanti bisa digelar di Papua. Kejurnas VI kami jadwalkan di Banten sekaligus Harlah PORDI ke VI, jika disini terkonsolidasi dengan baik, maka tidak masalah Kejurnas VII digelar di Papua, agar disini lebih cepat maju,” imbuhnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *