Pesona Kuliner Festival Budaya Biak Disambut Antusias Ribuan Warga

Ritual adat Munara Fan Nanggi sebagai rangkaian dari Pesona Kuliner Festival Budaya Biak 2025 di Jl. Iman Bonjol, Minggu (19/10/2025) sore. (Foto: Uni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Ribuan warga Biak Numfor memadati sepanjang Jalan Iman Bonjol, Minggu (19/10/2025) sore, untuk menikmati Pesona Kuliner yang menjadi salah satu agenda utama Festival Budaya Biak 2025.

Sedikitnya 7.200 porsi kuliner lokal disiapkan panitia untuk disajikan kepada masyarakat dalam acara yang turut dirangkaikan dengan ritual adat Munara Fan Nanggi. Suasana penuh kebersamaan dan kearifan lokal tampak saat masyarakat menikmati aneka hidangan khas Biak sambil menyaksikan prosesi adat yang sakral.

Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra menyampaikan, pesona kuliner merupakan segmen penting dalam Festival Budaya Biak karena tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Biak Numfor memiliki kekuatan kuliner yang unik dan unggul. Kekayaan sumber daya laut dan pangan lokal sebagai kearifan masyarakat tidak dimiliki daerah lain,” ujar Bupati Mansnembra.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempromosikan kuliner lokal yang bergizi tinggi, sekaligus mendorong masyarakat untuk melestarikan warisan kuliner leluhur.

“Melalui momen ini, kita ingin menjadikan kekayaan kuliner daerah sebagai kekuatan ekonomi lokal yang signifikan dan daya tarik wisata yang khas Biak Numfor,” tambahnya.

Pesona Kuliner yang digelar di Jl. Iman Bonjol, Minggu (19/10/2025) sore. (Foto: Uni)

Sementara itu, Wakil Bupati Biak Jimmy Carter Rumbarar Kapissa menjelaskan makna ritual Munara Fan Nanggi yang turut mengiringi kegiatan Pesona Kuliner.

“Munara Fan Nanggi berarti ‘memberi makan langit’. Ini adalah tradisi adat masyarakat Biak sebagai wujud persembahan dan permohonan keberkahan atas hasil bumi dan laut,” jelasnya.

Menurutnya, dalam bahasa Biak, Fan berarti memberi makan, sedangkan Nanggi berarti langit, yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya kekuatan alam seperti matahari, bulan, hujan, dan angin.

“Ritual ini merupakan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta dan simbol kesiapan masyarakat Biak Numfor menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal,” tandasnya.

Acara Pesona Kuliner ini menjadi salah satu puncak kegiatan Festival Budaya Biak 2025, yang menampilkan perpaduan antara warisan adat, kekayaan kuliner, dan semangat gotong royong masyarakat Biak Numfor. (uni)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *