Gubernur Fakhiri Tegaskan Kolaborasi Pusat-Daerah Kunci Sukses Otsus Papua dan Tolak Pengkotak-kotakan Pasca Pemekaran

Gubernur Papua Matius Fakhiri foto bersama Ketua MPR Nerlince. Wamuar dalam acara Temu. Konsultasi PURT MRP bersama Kementerian Lembaga di Jakarta.
banner 120x600

JAKARTA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Hal itu disampaikan saat membuka Temu Konsultasi Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) Majelis Rakyat Papua (MRP) bersama kementerian/lembaga pemerintah pusat di Ballroom Hotel Morrissey Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Acara tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan kebutuhan dan aspirasi daerah di Tanah Papua, khususnya dalam pelaksanaan Otsus jilid II.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada MRP karena telah menciptakan ruang penting, di mana aspirasi moral rakyat Papua bertemu dengan instrumen kebijakan nasional,” ujar Gubernur Fakhiri dalam sambutannya.

Papua Cerah: Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni

Dalam kesempatan itu, Gubernur Fakhiri juga memaparkan visi kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, yakni mewujudkan “Papua Cerah” — akronim dari Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.
Visi tersebut menjadi arah pembangunan Papua berdasarkan amanah Undang-Undang Otsus dan semangat rakyat Papua untuk maju dalam damai dan kesetaraan.

Gubernur Fakhiri menjelaskan, visi tersebut dijabarkan ke dalam tiga agenda utama pembangunan:

  1. Percepatan konektivitas wilayah untuk mengatasi isolasi daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur, tetapi “harus menyatukan hati.”
  2. Penguatan sumber daya manusia (SDM) agar generasi muda Papua menjadi cerdas, tangguh, dan mampu menentukan masa depan daerahnya.
  3. Peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan, karena menurutnya “kesehatan adalah hak dasar, bukan kemewahan.”

Papua Adalah Satu Rumah Besar

Terkait pemekaran wilayah yang menjadikan Papua kini memiliki enam provinsi, Gubernur Fakhiri menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk pengkotak-kotakan di Tanah Papua.

“Pembagian administratif tidak boleh menjadi pembatas kebersamaan. Papua adalah satu rumah besar, satu Tanah Papua dengan enam pintu gerbang pembangunan, dan satu tekad untuk sejahtera bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Otsus tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya dana yang dikucurkan, tetapi oleh kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam mengelolanya.

“Otsus bukan sekadar dana dari Jakarta, tapi komitmen yang tumbuh dari hati untuk membangun dari Tanah Papua sendiri,” ujarnya.

MRP Dorong Penguatan Dukungan Pemerintah

Ketua MRP Papua, Nerlince Wamuar, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki banyak tugas dan tanggung jawab dalam mendukung implementasi Otsus. Namun, semua itu perlu diimbangi dengan dukungan anggaran dan koordinasi yang kuat melalui alat kelengkapan PURT.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap pemerintah dapat melihat apa yang menjadi kebutuhan Majelis Rakyat Papua,” kata Nerlince.

Forum konsultasi ini diharapkan menghasilkan gagasan konstruktif dan kebijakan yang selaras untuk memastikan Otsus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Tanah Papua. (bat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *