BI Papua Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat GNPIP 2025

Wagub Papua Aryoko Rumaropen didampingi Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Papua, Faturrahman dan Forkompinda meninjau GNPIP 2025 di halaman Kantor Gubernur Papua,. kamis, 13 November 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Papua 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua ini dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BI Papua, Faturrahman, dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, S.P., M.Eng, bersama Forkopimda, pimpinan perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Faturrahman mengungkapkan rasa syukur atas capaian inflasi yang tetap rendah dan stabil di wilayah Papua. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil nyata sinergi berbagai pihak dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) sejak gerakan ini digagas pada tahun 2022.

“Inflasi Kota Jayapura pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,53% (year-on-year), jauh di bawah sasaran nasional sebesar 2,5±1%. Pencapaian ini patut kita syukuri karena pada September 2022 inflasi Papua sempat mencapai 8,62%,” ujar Faturrahman.

402 Gerakan Pangan Murah Dorong Stabilitas Harga

Sejak Januari hingga Oktober 2025, BI Papua bersama TPID Provinsi dan Daerah Otonomi Baru telah melaksanakan 402 kali Gerakan Pangan Murah (GPM), dengan 273 di antaranya digelar di wilayah Papua. Kegiatan ini melibatkan rumah ibadah, kelompok tani, dan masyarakat umum. Selain itu, BI juga menyalurkan berbagai sarana dan prasarana pertanian seperti cultivator, mobile RMU, VIAR roda tiga, pompa air, dan sensor digital farming kepada delapan kelompok tani dan nelayan binaan.

BI juga aktif menggelar 14 pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), termasuk budidaya bawang putih di Wamena, serta 6 kali High Level Meeting dan Capacity Building TPID di berbagai wilayah. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan memperluas jangkauan pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026.

“Kami memastikan stok pangan strategis seperti beras, bawang merah, tomat, dan daging ayam ras aman menjelang Nataru. Hasil pemetaan kami, kelompok tani binaan di Jayapura dan Keerom siap panen cabai merah 4 ton, bawang merah 55 ton, dan padi 18 ton,” jelas Faturrahman.

Pembukaan GNPIP 2025 ditandai dengan panen padi oleh Plh Sekda Papua Triwarno Purnomo, Wakil Ketua II DPR Papua Mukry M Hamadi dan Forkompinda di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua,. Kamis, 13 November 2025.

Dorong Partisipasi Gen Z dan UMKM Papua

Sebagai bagian dari strategi komunikasi publik pengendalian inflasi, BI Papua melibatkan generasi muda (Gen Z) melalui lomba konten edukasi inflasi berbahasa daerah dan lomba karya tulis ilmiah. Selain itu, kapasitas media massa juga diperkuat melalui kegiatan capacity building agar pemberitaan tentang ekonomi daerah lebih inklusif dan edukatif.

Acara pembukaan GNPIP 2025 juga dimeriahkan dengan Talkshow “Bincang Ketahanan Pangan: Petani Garda Membangun Negeri” yang menghadirkan pelaku pertanian muda, distributor, dan UMKM. Sebanyak 13 kelompok tani, 4 distributor sembako, serta 15 pelaku UMKM makanan dan minuman turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kami mengajak masyarakat bertransaksi secara digital menggunakan QRIS TAP, fitur terbaru dari QRIS untuk memudahkan pembayaran di Gerakan Pangan Murah dan stand UMKM,” tambah Faturrahman.

Petani Muda dan Smart Farming Jadi Kunci Ketahanan Pangan Papua

Lebih lanjut, BI Papua menilai penguatan sektor pertanian menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Papua memiliki lebih dari 22.730 petani muda dan milenial, namun sekitar 95% belum memanfaatkan teknologi modern dalam kegiatan pertanian.

Karena itu, BI mendorong penerapan smart farming dan Good Agricultural Practices (GAP) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian lokal.

“Ketahanan pangan adalah indikator penting negara yang kuat. Melalui kemandirian pangan, Papua dapat mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Wagub Papua Ajak Sinergi Pemerintah dan Perbankan

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan sektor swasta dalam memperkuat ekonomi Papua. Ia menyebut, kehadiran lembaga keuangan di tengah masyarakat harus dimanfaatkan untuk memperluas akses permodalan dan memudahkan proses perizinan usaha, khususnya bagi pelaku UMKM dan wirausaha muda.

“Pemerintah bersama perbankan harus terus membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dengan kemudahan izin, akses modal, dan fasilitasi produk, UMKM Papua bisa menembus pasar nasional,” ujar Aryoko.

Usai pembukaan, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen bersama Kepala BI Papua Faturrahman, Wakil Ketua II DPR Papua Mukri Mauritz Hamadi, Plh Sekda Papua Triwarno Purnomo, dan jajaran Forkopimda meninjau langsung kegiatan GNPIP yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua.

Jaga Pangan, Jaga Papua

Dengan mengusung tema “Jaga Pangan, Jaga Papua”, GNPIP 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan menyejahterakan masyarakat Papua.

“Mari bersama menjaga pangan, menjaga Papua, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tutup Faturrahman. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *