Mako Pasukan Gerak Cepat TNI AU Mulai Dibangun di Biak, Perkuat Pertahanan Udara Indonesia Timur

Peletakan batu pertama pembangunan Markas Komando pasukan tempur TNI AU oleh Komandan Divisi Arhanud Kopasgat Marsma TNI Ari Ismanto. (Foto: Yuni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com — Pembangunan dua markas komando pasukan tempur TNI Angkatan Udara di Kabupaten Biak Numfor resmi dimulai. Dua satuan strategis yang dibangun adalah Batalyon Arhanud 31 dan Detasemen Matra 3 Pasgat, yang berada di bawah Korpasgat sebagai satuan tempur darat dengan kemampuan operasi udara, laut, dan darat. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung di Kampung Snerbo, Rabu (19/11/2025).

Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Komandan Divisi Arhanud Kopasgat, Marsma TNI Ari Ismanto, didampingi pejabat tinggi TNI AU, unsur pemerintah daerah, serta tokoh terkait lainnya.

Marsma TNI Ari Ismanto menegaskan bahwa pembangunan dua satuan ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Biak Numfor, tetapi juga langkah besar dalam memperkuat strategi pertahanan nasional di kawasan timur Indonesia.

“Pembangunan Batalyon Arhanud dan Detasemen Matra 3 Pasgat merupakan bagian dari pengembangan strategi nasional yang menempatkan wilayah timur Indonesia sebagai kawasan dengan peran geopolitik yang semakin signifikan,” ujar Marsma TNI Ari.

Ia menjelaskan, posisi geografis Kabupaten Biak Numfor yang berada di gerbang Samudera Pasifik memberikan nilai strategis tinggi sebagai pintu udara dan laut yang vital bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor, Markus O. Manembra, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Fransisco Olla, menyampaikan apresiasi atas pembangunan dua satuan penting TNI AU tersebut.

“Kehadiran Batalyon Arhanud dan Detasemen Matra 3 Pasgat tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi lokal,” ujar Bupati.

Menurutnya, pembangunan fasilitas militer ini menunjukkan komitmen negara dalam memperkuat pertahanan udara sekaligus menjaga kedaulatan NKRI, terutama di wilayah timur Indonesia.

Pembangunan markas komando ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap stabilitas keamanan regional serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan. (un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *