JAYAPURA, Papuaterkini.com – Di ruang kerjanya yang sederhana namun penuh aktivitas, Lukas Christian Sohilait tersenyum ketika mengenang perjalanan panjang hidupnya.
Lelaki kelahiran Abepura tahun 1969 itu baru sehari dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua oleh Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, pada Kamis (20/11/2025).
Namun dedikasinya, tanggung jawabnya, dan semangatnya sudah jauh melampaui jabatan yang baru saja ia emban.
Pada Jumat (21/11/2025), Papuaterkini.com berkesempatan berbincang langsung dengan birokrat berpengalaman ini. Dari percakapan itu, tampak jelas bahwa Christian bukan sekadar pejabat, tetapi pribadi yang ditempa oleh perjalanan panjang mulai dari lembah pegunungan, kota-kota kecil, hingga pusat pemerintahan provinsi.
Tumbuh di Wilayah Pegunungan: Tiom, Wamena, dan Masa Kecil yang Membentuk Karakter
Christian hanya berusia satu tahun ketika orang tuanya membawanya pindah ke Tiom, sebuah distrik besar di wilayah Wamena pada masa itu. Ayahnya adalah perwakilan pemerintah sekaligus penginjil lulusan Jaffray Bible School Makassar. Ibunya seorang guru. Keduanya berperan besar dalam membentuk nilai-nilai disiplin dan pelayanan dalam diri Christian kecil.
Ia menghabiskan masa kecilnya di Tiom hingga 1977. Sekolah dasar ia tempuh di sana, sebelum pindah ke Sentani untuk menyelesaikan SD dan kemudian SMP.
“Kami ikut saja tugas orang tua. Dari gunung ke pesisir, dari distrik ke kota. Itu menjadi latihan awal untuk saya beradaptasi,” kenangnya.
Mulai dari Nol: Pernah Jadi Sopir Dinas dan Petugas Cuaca
Lulus dari STM Negeri Kotaraja jurusan listrik pada 1988, Christian tidak langsung kuliah. Ia memilih bekerja untuk membantu orang tua.
Ia pernah menjadi tenaga lepas di BPPT, mengoperasikan alat pengukur cuaca—mengatur data curah hujan, suhu, hingga kelembapan.
Tahun 1989 ia resmi menjadi PNS. Kariernya dimulai dari posisi terendah: staf administrasi, sopir dinas, hingga operator lapangan. Tetapi dari titik itu pula Christian belajar makna pelayanan dan kerja keras.
18 Tahun di Bappeda Kabupaten Jayawijaya: Meniti Tangga Perlahan, Pasti
Hampir dua dekade hidupnya ia abdikan untuk Bappeda Kabupaten Jayawijaya. Dari staf biasa, ia naik menjadi kepala bidang.
Di sela kesibukan pekerjaan, ia menuntaskan pendidikan tinggi—kuliah di ITB Bandung dalam bidang Foto Udara dan Kartografi, lalu melanjutkan studi teknik sipil, dan meraih gelar magister tata kota dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Perjalanannya terus menanjak. Apalagi, setelah ada pemekaran sejumlah kabupaten dari kabupaten induk Jayawijaya, termasuk Kabupaten Lanny Jaya. Christian tercatat pernah menduduki jabatan-jabatan strategis:
-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lanny Jaya
-Kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya
-Sekda Lanny Jaya (8 tahun)
-Plt Bupati Lanny Jaya
-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua
-Penjabat Wali Kota Jayapura (9 bulan)
-Tenaga Ahli Kapolda Papua
-Sekretaris Forum Sekda Papua
Lima tahun terakhir, ia bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam berbagai jabatan kunci. Kini, ia diberi amanah Gubernur Matius Fakgiri berada pada puncak struktur ASN provinsi sebagai Penjabat Sekda Papua.
Amanah Baru: Efisiensi Anggaran dan Penertiban ASN
Ketika ditanya tentang fokus utamanya, Christian langsung menjawab dengan tegas. Ada dua agenda besar yang dipercayakan Gubernur:
• Efisiensi anggaran, termasuk menata kembali administrasi dan struktur belanja rutin.
• Konsolidasi ASN, memastikan data kepegawaian valid, serta menertibkan pegawai yang tidak aktif atau tidak berada di tempat tugas.
Menurutnya, pembenahan manajemen ASN akan berdampak langsung pada efektivitas anggaran dan pelayanan publik.
“Walaupun hanya penjabat, ini amanah dari Tuhan. Kami bekerja untuk memastikan pemerintahan berjalan baik, efisien, dan melayani masyarakat,” ujar Christian Sohilait yang juga Ketua Umum. Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua ini.
Kehidupan Pribadi: Ayah Dua Anak, Aktivis Gereja, dan Pejuang Pendidikan
Dalam kehidupan keluarga, Christian menapaki jalan yang tidak selalu mulus. Ia menikah pertama kali dengan almarhumah Desiana Dimara dan dikaruniai dua anak:
• Linguistik Alkuin Sohilait, mahasiswa Bahasa di Universitas Atma Jaya
• Fidelia Sohilait, mahasiswa jurusan Bisnis di Binus University
Setelah istrinya meninggal pada 2013, ia sempat menikah kembali namun tidak bertahan lama.
Di luar pekerjaan, Christian aktif dalam berbagai kegiatan gereja, organisasi kepemudaan, Pramuka, dan bahkan terlibat dalam kepengurusan sinode. Tidak berhenti belajar, ia saat ini sedang menempuh program doktor (S3) Ilmu Pemerintahan di UKSW.
Siap Berlari Cepat untuk Papua
Dengan masa jabatan gubernur yang dipersingkat akibat dinamika PSU, Christian sadar bahwa waktu kerjanya sebagai Pj Sekda tidaklah panjang. Namun bagi dirinya, jabatan bukanlah perkara lama atau singkat, melainkan kesungguhan menjalankan kepercayaan.
“Saya siap bekerja cepat. Yang penting pemerintahan berjalan baik dan masyarakat merasakan hasilnya,” katanya menutup wawancara.
Dari pegunungan Tiom hingga kursi tertinggi ASN di Provinsi Papua, perjalanan Christian Sohilait adalah cermin ketekunan, kerja keras, dan pengabdian. Kini, sebagai Pj Sekda Papua, ia kembali menapaki tanggung jawab besar—demi Papua yang tertata, efisien, dan terus bergerak maju. (bat)















