Gubernur Papua Tinjau Weref, Pulau Kosong dan Kayu Pulau: Perumahan, Nelayan dan Wisata Bahari Jadi Fokus Utama

Gubernur Papua Matius D Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai dan Ketua Kadin Papua Ronald Antonio dan rombongan disambut warga Weref, Jayapura Selatan, Kota jayapura, Sabtu, 22 November 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai didampingi Ketua Kadin Papua Ronald Antonio meninjau Weref, Pulau Kosong, Kayu Pulau dan Kampung Vietnam, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (22/11/2025).

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat pesisir serta menyerap aspirasi warga, terutama nelayan dan penghuni kawasan kepulauan.

Rombongan Gubernur berangkat melalui jalur laut dari Weref. Sebelum menyeberang, Gubernur Fakhiri meninjau progres pembangunan jembatan beton di Weref yang menjadi akses penting bagi mobilitas warga.

Warga Sambut Antusias Gubernur Fakhiri

Setibanya di Weref dan Pulau Kosong, Gubernur Fakhiri disambut meriah oleh masyarakat. Warga memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas umum, perumahan, hingga dukungan bagi nelayan.
Banyak warga juga meminta foto bersama, menandai antusiasme atas kunjungan pemimpin daerah tersebut.

Saat berada di Kayu Pulau, Gubernur turut memastikan layanan kesehatan di Pustu Tahima Soroma berjalan baik. Ia bahkan mengingatkan Kapustu Irsul Sandi Sugita agar tidak menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Warga Pulau Kosong menyambut Gubernur Papua Matius D Fakhiri bersama rombongan dengan antusias.

Fakhiri: Pemerintah Hadir, Perumahan dan Nelayan Jadi Prioritas

Mengamati kondisi pemukiman, Gubernur Fakhiri menyebut Pulau Kosong dan Kayu Pulau masuk kategori kawasan kumuh yang membutuhkan penanganan serius.
Pemprov Papua telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat terkait bantuan perumahan sekitar 14 ribu unit, termasuk bantuan renovasi dan KPR bersubsidi.

“Kami melihat daerah ini sebagai kawasan kumuh. Pemerintah hadir untuk memperbaiki pemukiman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fakhiri.

Selain itu, pemerintah akan mengombinasikan program penataan kawasan dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna meningkatkan produktivitas nelayan.

“Bantuan dari KKP sangat penting agar aktivitas dan produktivitas nelayan meningkat,” kata Fakhiri.

Potensi Wisata Bahari Makin Terbuka

Gubernur Fakhiri juga menyoroti potensi besar pariwisata bahari di Pulau Kosong dan Kayu Pulau. Ia menyebut kawasan ini layak dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata sekaligus sentra keramba budidaya ikan.

“Ini bisa menjadi daerah industri wisata bahari. Wisatawan dari luar Papua bisa menikmati pesona bahari di sini. Bahkan, ini bisa menjadi Kampung Merah Putih Bahari,” ungkapnya.

Ia menginstruksikan Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata untuk berkoordinasi dengan DPR Papua serta masyarakat guna menindaklanjuti rencana tersebut.

Gubernur Papua Matius D Fakhiri bersama Wagub Aryoko Rumaropen, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai diskusi bersama warga Kayu Pulau.

Rencana Pembangunan Jembatan dan Peningkatan Akses Transportasi

Gubernur Fakhiri menegaskan pentingnya membangun jembatan penghubung dari Weref menuju Kayu Pulau. Ia juga menekankan perlunya peningkatan sarana penyeberangan agar mobilitas warga lebih efektif.

“Sudah waktunya kita membangun jembatan Weref–Kayu Pulau. Semua akan dihitung dengan baik sebagai bagian dari penataan kawasan kumuh,” jelasnya.

Program ini akan melibatkan empat kementerian:

  • Kementerian Perumahan Rakyat
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Kementerian Pariwisata
  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

Gubernur memastikan penanganan kawasan kumuh dilakukan menyeluruh, termasuk di Kayu Batu dan Dok IV Kota Jayapura.

Gubernur Papua Matius D Fakhiri bersama Wagub Aryoko Rumaropen dan Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai berdialog dengan warga Kampung Vietnam.

Akan Lanjutkan Kunjungan ke Daerah Lain

Setelah kunjungan ini, Gubernur Fakhiri berencana meninjau beberapa kabupaten lain, seperti Kepulauan Yapen, Waropen, Biak, dan Supiori.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penyusunan rencana pembangunan provinsi dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Fokus pada Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur juga menyoroti pentingnya membuka akses jalan baru untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ruas jalan Jayapura–Sarmi serta Keerom–Benawa akan menjadi perhatian khusus.

Program pengembangan pertanian, perkebunan, dan transmigrasi lokal akan diintegrasikan dengan pembangunan akses jalan menuju kawasan Papua Pegunungan.

“PUPR akan membuka ruas jalan menuju kampung-kampung agar masyarakat dapat memasarkan hasil bumi ke kota dengan mudah,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *