JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dijadwalkan berkunjung ke Papua pada 4 Desember 2025.
Kedatangan AHY merupakan tindak lanjut pertemuan bersama enam gubernur se-Tanah Papua di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Gubernur Fakhiri, pertemuan tersebut menjadi ruang para gubernur membahas isu strategis terkait konektivitas dan percepatan pembangunan kesejahteraan di seluruh wilayah Papua.
“Kehadiran Pak Menko AHY adalah bagian dari komitmen kita dalam pertemuan gubernur se-Tanah Papua. Enam gubernur berkumpul di Jakarta untuk membicarakan konektivitas dan kesejahteraan Papua. Karena ruangnya terbatas, maka kami undang beliau datang langsung ke Papua bersama para menteri terkait,” ujar Gubernur Fakhiri disela-sela Rakerda Partai Demokrat di Hotel Suni Abepura, Sabtu, 29 November 2025.
Gubernur: Papua Tetap Satu, Konektivitas Kunci Kemajuan
Dalam kesempatan itu, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa meskipun kini terdapat enam provinsi baru di Tanah Papua, seluruh wilayah itu tetap satu kesatuan secara historis, kultural, dan kewilayahan.
“Kami di Papua tidak pernah menyebut Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan secara terpisah. Kami adalah Papua. Boleh lahir banyak provinsi, tetapi kami tetap satu Papua,” tegasnya.
Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa Papua sebagai provinsi induk mengambil peran memimpin pembahasan besar terkait pembangunan konektivitas seluruh provinsi di Tanah Papua.
“Tanggal 4 Desember nanti, kami mengundang Ketua Umum Demokrat AHY yang juga Menko IPK untuk bicara bersama. Kami ingin memastikan bahwa konektivitas Papua dibangun secara terpadu, karena ini pekerjaan yang tidak bisa disampaikan satu gubernur saja,” ujarnya.
Papua Ingin Konektivitas Real: Dari Pegunungan hingga Pesisir
Gubernur Fakhiri menyoroti pentingnya pembangunan konektivitas transportasi yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat Papua.
Ia menggambarkan kerinduan masyarakat untuk menikmati akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.
“Kami sudah rindu pergi ke Wamena pakai mobil sedan. Kami ingin dari Jayapura jam 12 siang sudah tiba di Serui atau Biak, lalu sore sudah sampai Manokwari. Dan dari Manokwari kembali malam hari sudah tiba di Jayapura,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa konektivitas yang lambat menyebabkan kerugian ekonomi, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha di pesisir dan pegunungan.
“Kalau konektivitas masih berhari-hari, kasihan. Buah-buahan dari Serui bisa busuk, udang dan kepiting dari Nabire atau Waropen bisa rusak di jalan. Kami ingin setengah hari sudah sampai Jayapura agar ekonomi pesisir dan gunung bisa berputar dengan baik,” tambahnya.
Harapan Besar ke Pemerintah Pusat: Papua Butuh Perhatian Lebih
Gubernur Fakhiri berharap kunjungan Menko AHY dan menteri terkait dapat menjadi pintu masuk bagi perhatian lebih besar dari pemerintah pusat, termasuk Wakil Presiden dan Presiden Republik Indonesia.
“Setelah Pak Menko AHY, kami berharap Pak Wapres datang. Dan kami pun berharap Bapak Presiden bisa hadir dalam rangka Natal di Papua. Kami ingin menyampaikan langsung harapan-harapan masyarakat Papua,” kata Gubernur.
Ia menegaskan bahwa Papua membutuhkan perhatian khusus yang setara dengan daerah istimewa lainnya.
“Harapan kami, bukan hanya Aceh yang mendapat perhatian khusus, tetapi Papua juga harus menerima perhatian yang sama untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Ajak Partai Demokrat dan Semua Pihak Kawal Agenda 2026
Menutup pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengajak masyarakat Papua dan seluruh kader Partai Demokrat untuk mengawal harapan besar tersebut.
“Mari kita sampaikan bersama kepada Menko IPK yang kita banggakan agar apa yang dirindukan rakyat Papua dapat terwujud tahun 2026,” pungkasnya. (bat)















