Jumlah Investor Papua Tembus 125 Ribu, BEI Perkuat Sinergi Edukasi dengan Media

Kepala BEI Papua Kresna Aditya Payokwa foto bersama jurnalis dalam Media Ghatering di Djuragan Dapoer, Kota Jayapura, Selasa, 2 Desember 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua kembali menggelar Media Gathering Triwulan IV Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers yang berperan aktif dalam penyebaran informasi pasar modal di wilayah Papua.

 

Mengusung tema “Sinergi Media dan BEI: Meningkatkan Literasi Pasar Modal di Papua”, kegiatan ini menghadirkan sesi pemaparan, diskusi, dan dialog terbuka mengenai perkembangan pasar modal Indonesia serta tren investor di Papua.

Kepala BEI Papua Kresna Aditya Payokwa menegaskan bahwa media memegang posisi strategis dalam memastikan informasi pasar modal tersampaikan secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

“Di tengah pesatnya perkembangan industri keuangan, kolaborasi antara BEI dan media sangat penting untuk menjaga kualitas literasi sekaligus membangun pemahaman investasi yang sehat,” ujar Kresna di Djuragan Dapoer Holtekamp, Kota Jayapura, Selasa, 2 Desember 2025.

Pasar Modal Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam paparannya, BEI Papua mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan kuat di tengah gejolak ekonomi global. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator ekonomi:

  • Pertumbuhan ekonomi nasional: 5,04% (yoy)
  • Tingkat inflasi terjaga: 2,86%
  • Cadangan devisa: USD 149,9 miliar

Stabilitas fundamental tersebut turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025, yakni 8.274,35. Capaian tersebut memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi menarik bagi investor domestik maupun asing.

Pertumbuhan Investor Papua Meningkat, Generasi Muda Mendominasi

Perkembangan pasar modal Papua juga menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di Papua mencapai 125.524 investor.

Sebaran jumlah investor:

  • Papua: 40.261 SID
  • Papua Tengah: 18.950 SID
  • Papua Barat Daya: 18.418 SID
  • Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat: Pertumbuhan stabil dan inklusif

Peningkatan ini membuktikan bahwa akses informasi dan fasilitas pasar modal semakin merata, tidak hanya di kota besar tetapi juga merambah komunitas hingga wilayah kabupaten.

Dari sisi usia, investor muda usia 18–25 tahun menjadi kelompok paling dominan. Sementara dari sisi profesi, pelajar dan pegawai swasta tercatat sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan investor baru.

474 Kegiatan Literasi Sepanjang 2025, Jangkau Lebih dari 237 Ribu Peserta

Komitmen BEI Papua terhadap edukasi pasar modal semakin terlihat melalui intensitas kegiatan literasi sepanjang 2025. Total 474 kegiatan literasi dan inklusi telah diselenggarakan, meliputi:

  • Sekolah Pasar Modal (SPM)
  • Edukasi di sekolah dan perguruan tinggi
  • Seminar publik
  • Kegiatan komunitas investasi
  • Aktivasi aplikasi IDX Mobile

Program tersebut berhasil menjangkau:

  • 219.000 peserta non-SPM
  • 18.000 peserta SPM

Capaian ini mencerminkan upaya serius BEI Papua membangun pemahaman investasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Pendidikan Pasar Modal Semakin Menguat

Selain kegiatan edukasi, BEI Papua juga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari perguruan tinggi, komunitas lokal, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem literasi pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua.

Melalui sinergi bersama media, BEI Papua berharap informasi pasar modal dapat terus menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas sehingga semakin banyak warga Papua memahami pentingnya investasi untuk perencanaan masa depan.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *