JAYAPURA, Papuaterkini.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaeman bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo secara resmi melepas penyaluran 4.634 ton beras SPHP untuk wilayah Papua Raya.
Pelepasan armada dilakukan di Mapolda Papua, Selasa (9/12/2025), disaksikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, Wagub Papua, Aryoko Rumaropen serta Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Penyaluran beras SPHP tersebut akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
Wakapolri: Distribusi Beras SPHP Pastikan Stabilitas Harga di Papua
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penyaluran beras SPHP merupakan langkah cepat pemerintah dan Polri dalam menjamin stabilitas harga menjelang Nataru.
“Beras SPHP ini untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau. Masyarakat harus bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan juga memerintahkan penyaluran minyak goreng ke Papua sebagai bagian dari penguatan stok bahan pokok. Selain itu, Presiden RI memberikan arahan agar ketersediaan bahan pokok dijaga tanpa harus menunggu gudang kosong.
“Papua tidak harus menunggu gudang kosong. Bulog akan terus mengisi gudang-gudang di Papua. Tahun depan, Bulog membangun 100 gudang baru di seluruh Indonesia, termasuk Papua,” tegasnya.
Polri juga mendukung pembangunan 10 gudang logistik baru pada 2026, salah satunya di Papua.
Penguatan Distribusi dan Keamanan Pangan di Wilayah Rawan
Komjen Dedi memastikan jalur distribusi pangan akan dijaga ketat oleh TNI–Polri, termasuk di wilayah dengan potensi gangguan keamanan.
“Daerah rawan akan kita suplai dengan pola khusus. Tidak hanya jalur darat, tetapi juga udara dan laut. Semua plan A dan plan B siap dijalankan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama Pemprov Papua mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas kopi, kakao, dan kelapa.
Mentan Amran: Kolaborasi TNI–Polri Berhasil Tekan Harga Beras Saat Paceklik
Mentan Amran Sulaeman mengapresiasi penuh dukungan Polri dan TNI dalam menjaga kestabilan harga pangan nasional.
“Ada dua hal bersejarah. Pertama, saat musim paceklik September–November terjadi deflasi pangan. Kedua, beras tidak menjadi penyumbang inflasi. Ini baru pertama kali terjadi,” jelasnya.
Menurut Mentan Amran, capaian tersebut tidak lepas dari kerja cepat Polri, TNI, Bulog, serta seluruh kepala daerah.
Ia menegaskan bahwa stok cadangan beras nasional saat ini mencapai 1 juta ton, tertinggi dalam sejarah.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan gudang-gudang baru di provinsi dan kabupaten/kota serta memperluas program cetak sawah sebagai solusi permanen ketahanan pangan.
Kapolda Papua: Stabilitas Harga Beras Harus Dijaga
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin menegaskan bahwa beras merupakan komoditas yang sangat sensitif bagi masyarakat Papua.
“Beras bukan sekadar kebutuhan pokok, tetapi simbol ketenangan hidup. Ketika harga naik, keresahan masyarakat meningkat. Stabilitas harga harus dijaga,” ujarnya.
Dalam rangkaian penyaluran akhir tahun, Polda Papua juga mendistribusikan tambahan 580 ton beras SPHP untuk tiga provinsi dan 21 kabupaten/kota.
Ia menegaskan bahwa harga beras SPHP akan diawasi ketat agar tetap berada di Rp 13.500/kg atau Rp 67.500 per 5 kg.
“Setiap potensi penyimpangan harga akan ditindak tegas. Satgas Pengendalian Harga Beras Polda Papua siap merespon cepat laporan masyarakat,” tegasnya.
Distribusi 4.634 Ton SPHP Diharapkan Jaga Stok Pangan Papua Saat Nataru
Dengan distribusi 4.634 ton beras SPHP secara serentak, pemerintah berharap ketersediaan beras di seluruh Tanah Papua tetap aman dan terkendali, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
“Polri bersama instansi terkait menjamin kelancaran distribusi hingga ke gudang dan masyarakat. Ketahanan pangan Papua harus terjaga,” imbuhnya. (bat)















