Cegah Kanker Serviks, Pemkab Biak Numfor Dorong Vaksinasi HPV untuk Anak dan Remaja 

Ketua TP-PKK, Ny. Imelda M.W Mansnembra, saat membuka Workshop Pencegahan Kanker Mulut Rahim dan Perkawinan Anak di dampingi Kepala Dinas Kesehatan, Daud N. Duwiri, Ketua GOW, Perwakilan UNICEF dan perwakilan Dokter. (Foto : Yuni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor terus mendorong upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak-anak dan remaja.

Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Pencegahan Kanker Mulut Rahim dan Perkawinan Anak yang diikuti 50 peserta di Swiss-Belhotel Biak, Kamis (12/12/2025).

Workshop tersebut dibuka Ketua TP-PKK Kabupaten Biak Numfor, Ny. Imelda M.W. Mansnembra, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud N. Duwiri. Dalam sambutan tertulis Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra yang dibacakan Kadis Kesehatan, ditegaskan bahwa kanker serviks merupakan penyakit berisiko tinggi namun dapat dicegah sejak dini.

“Kanker serviks atau kanker mulut rahim memang berisiko terhadap kematian, tetapi bisa dicegah melalui deteksi dini seperti IVA Test atau Pap Smear serta vaksinasi HPV,” ujar Daud Duwiri membacakan sambutan bupati.

Bupati menekankan pentingnya edukasi yang tepat dan akses layanan kesehatan yang memadai sebagai kunci pencegahan dan penanganan kanker serviks. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Biak Numfor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk skrining kesehatan reproduksi dan imunisasi HPV.

“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk skrining dan imunisasi HPV,” tegasnya.

Selain isu kesehatan reproduksi, Bupati juga menyoroti persoalan perkawinan anak. Menurutnya, pernikahan usia dini berdampak buruk terhadap kesehatan remaja, meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta berkontribusi pada masalah gizi buruk dan stunting.

“Pernikahan di usia dini meningkatkan risiko kesehatan reproduksi remaja, kematian ibu dan bayi, serta memicu gizi buruk dan stunting di Biak Numfor,” katanya. Ia menambahkan, angka stunting di Biak Numfor telah menurun signifikan dan harus terus dipertahankan, salah satunya melalui pencegahan perkawinan anak.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Biak Numfor Ny. Imelda M.W. Mansnembra mengungkapkan bahwa vaksinasi HPV relatif mahal jika dilakukan secara mandiri. Karena itu, ia mengapresiasi pemerintah yang telah menyediakan imunisasi HPV secara gratis.

“Imunisasi HPV diberikan kepada siswi kelas 5 SD dan akan dilanjutkan di kelas 6 jika belum menerima. Bagi yang belum mendapatkannya di SD, vaksin akan diberikan saat kelas 3 SMP,” jelasnya.

Melalui workshop ini, Pemkab Biak Numfor berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks dan perlindungan kesehatan reproduksi anak dan remaja di Kabupaten Biak Numfor. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *